Tuesday, July 16, 2013
KISAH PUASA SEORANG AWAM
Oleh: Andika Wahyu Nugroho
(Peserta Lomba Mading Edisi Spesial Ramadhan)
Bulan Ramadhan adalah
bulan yang paling ditunggu oleh umat muslim karena pada bulan itu begitu banyak
rahmat Allah, umat muslim berlomba-lomba memperbanyak ibadah. Pada bulan
ramadhan kita umat muslim diwajibkan berpuasa, serta kita harus memperbanyak ibadah,
tetapi bagaimana dengan orang awam yang
tidak terlalu mengerti tentang Islam walaupun dia beragama Islam? Ini adalah
sebuah kisah dimana seorang yang tidak pernah mendalami Islam berpuasa.
Sebut saja dia Wahyu,
dia bersal dari keluarga muallaf yang masih cukup awam dengan pengetahuan
Islam. Setiap bulan ramadhan tiba rasa bahagia yang muncul adalah rasa bahagia
karena banyak makanan enak yang di buat oleh ibunya. Dalam sholat pun si Wahyu
masih suka bolong-bolong, sering dia ketika terasa lapar diam-diam mengambil
makanan dirumah. Ketika mau sahur dia bangun dengan malas, bahkan terkadang dia
tidak bangun dan bahkan tidak sholat subuh. Diajak mengaji selalu beralasan,
begitulah bagaimana dia menjalani bulan ramadhan sehari-hari
Bulan Maret 2012 wahyu
berkenalan dengan seorang muslim yang taat yang mulai mengubah dirinya, dia
mengajari Wahyu bagaimana islam itu. Dari situ wahyu mulai tahu bagaimana Islam
seharusnya. Wahyu mulai berubah, dia mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan 2012, Wahyu mulai merubah
kehidupanya, dia mulai menjalankan ibadah dengan istiqomah. Semoga pada bulan
ramadhan ini Wahyu semakin semangat di jalan Allah.
Untuk
berubah memang sulit, terkadang kesadaran diri pun belum cukup untuk membuat
seseorang bergerak menuju perubahan. Tetapi bantuan Allah selalu datang dari
arah yang tidak terduga. Percayalah jika Allah selalu menyayangi umat-Nya.
SKI On The Road 2013
Oleh: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
Sabtu (13/7), SKI FSSR mengadakan buka bersama di Panti Wreda Aisyah yang bertempat di Sumber, Surakarta. Agenda ini merupakan agenda rutin tahunan SKI FSSR pada bulan ramadhan. Tidak seperti namanya "SKI On The Road", agenda buka bersama ini pada ramadhan kali ini memang tidak diadakan di jalanan tetapi di sebuah panti jompo.
Pukul 14.00 WIB, para squad SKI FSSR sudah bersiap-siap juga mengadakan brifing pelaksanaan agenda di TKP nanti. Ba'da asar mereka langsung menuju ke TKP. Alhamdulillah, sesampainya di Panti tersebut kami disambut dengan hangat oleh seluruh penghuni panti. Wajah-wajah senja yang tampa seperti mentari di pagi hari yang menghangatkan hari yang terlampau dingin. Subhanallah, kami takjub.
Acara dibuka, dilanjutkan sambutan oleh ketua SKI FSSR dan Pengurus Panti. Setelah itu, tiba saatnya acara kajian yang disampaikan oleh ustadz Sukarno. Kajian berlangsung sangat khidmat. Tiba-tiba kami dikejutkan dengan suara nenek-nenek yang menyeletuk ingin bertanya. Masya'allah, rasa ingin tahunya masih menggebu walau usia sudah tidak lagi muda.
Adzan pun berkumandang, artinya adalah waktu berbuka puasa. Tibalah acara inti agenda "SKI On The Road". Kami membagikan takjil dan makan besar kepada seluruh penghuni panti tersebut. Mereka menerimanya dengan wajah berseri-seri. Masya'allah, hanya seperti itu saja sudah membuat hati mereka bahagia, semoga kami bisa memberi lebih di kemudian hari. Aamiin.
Acara pun dilanjut dengan sholat berjamaah, nenek-nenek itu berebut wudhu. Lagi-lagi ya Allah, izinkan kami berdzikir menyebut asma-Mu. Subhanallah, semangat mereka untuk beribadah pada-Nya masih saja membara.
Selalu ada hikmah di balik semua. Harusnya kita, generasi muda tidak boleh kalah dibandingkan dengan nenek-nenek itu dalam apapun. Semangat mereka saja masih membara dalam mendekatkan diri pada Allah SWT, kita???
Saturday, July 13, 2013
Doa Harian Bulan Ramadan
Oleh: Ustadzah Dwisusi Wardani
doa hari ke- 1
Ya Allah jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang2 sejati, bangunkanlah aku dari kelalaian dan ampunilah segala kesalahanku, wahai Robbul'alamiin..Maha Pengampun orang2 yg berdosa
doa hari ke -2
Ya Allah dekatkanlah aku di bulan ini dengan keridhoanMU.
Hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaanMU.
Dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk dapat mentadaburri ayat2 kitabMU dengan curahan rahmat dan hidayahMU, wahai Dzat Yang Maha pengasih dari para pengasih
Doa hari ke- 3
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini dengan kedermawananMu, wahai Dzat Yang Maha Dermawan dari para dermawan.
doa hari ke-4
Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah2MU, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kemanisan dalaem mengingatMu.
Dengan KemurahanMU, berikanlah kepadaku di bulan ini kesempatan untuk bersyukur kepadaMU.
Ya Allah, jagalah aku denga penjagaanMU dan tiraiMU, wahai Dzat Yang Maha Melihat dari orang2 yg melihat
doa hari ke -5
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan yang mulia ini termasuk golongan orang2 yang memohon pengampunanMU.
Jadikanlah kami di bulan ini termasuk golongan orang2 yg sholih dan berserah diri kepadaMU.
Dan jadikanlah aku di bulan initrmasuk kedalam golongan kekasihMu yang selalu merasa dekat denganMU, dengan anugerah kasihsayangMu wahai Dzat yang lebih pengasih dari
para pengasih.
Friday, July 05, 2013
Aku Dalam Penantianmu
Oleh: Hanifah Hikmawati
Fajar menyingsing,
burung-burung menatap tajam pada tikungan jalan. Ya, mereka menanti
buih sejuk dari Ramadlan nan tenteram. Bertengger di atas daun
kemuning kala dhuha
menggema. Sayap-sayapnya mengelu-elukan kehadiran bulan suci itu.
Matanya seolah menyala. Berbinar memenuhi relung sangkarnya. Entah
waktu yang mana mereka menyenandungkan kerinduannya kepada sang Esa.
Terbang tinggi menggelantung di awan. Menggapai ridla Illahi.
Lalu ketika adzan menggelegar
saat matahari menyulutkan teriknya, pepohonan itu memberi keteduhan
terhadap burung-burung yang selalu berkicau. Pepohonan itu merindukan
senandung firman-Nya. Menanti kabar gembira kapankah ramadlan kembali
tiba. Yang selalu membuat mereka hijau. Pepohonan itu memang rindu,
sangat rindu akan bulan suci.
Syams
memberikan sinarnya di balik bumi yang menatap matanya. Kemudian Qamr
memberikan sorot sinar kepda bumi yang membelakanginya. Keduanya
ialah ciptaan Malik. Keduanya selalu menantikan ramadlan.
Rerumputan yang bergoyang
diseduh angin itu melambangkan ketajaman pilu yang 11 bulan menanti
kehadiran bulan suci kembali. Bebatuan pun demikian. Menantikan diri
mereka menjelma warna putih untuk mereka berganti pakaian di bulan
ramadlan. Meneguhkan jiwa kepada ketentuan-Nya.
Sementara aku, selalu membuka
jendela pagi hari, menikmati hilir mentari yang pelan tenggelam dalam
mata. Aku selalu merasakannya dan akan selalu merindukannya.
Kusayangi selalu hari-hari
pagi yang baik yang menyapa setelah sebelumnya gelap.
Firman-firman-Nya selalu kujadikan mahkota untukku menerima segala
cinta. Mungkin aku telah haus. Lalu, aku berdo’a kepada-Nya agar
aku bertemu kepada bulan suci. Rasa haus ini hanya terobati dengan
panjatan-panjatan kepada-Nya yang Maha Kuasa. Cinta-Nya takkan
mungkin luruh, takkan lumpuh. Dialah yang menghidupkan kita, dan
semoga kita berjumpa pada bulan suci di tahun 2013 ini.
Monday, June 24, 2013
Sambut Ramadhan dengan Cerita, karena Usia adalah Rahasia Allah
Oleh
: Abdul Wahid
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda : “Bila tiba malam pertama
bulan Ramadhan para syaitan dibelenggu, maksudnya jin. Dan pintu-pintu neraka
ditutup dan tak satu pun yang dibuka dan pintu-pintu surga dibuka dan tak satu pun
yang ditutup. Lalu ada penyeru yang menyerukan: ”Wahai para pencari kebaikan,
sambutlah (songsonglah) dan wahai para pencari kejahatan, tolaklah
(hindarilah).” Dan Allah ta’aala memiliki perisai dari api neraka. Dan yang demikian
terjadi setiap malam.” (HR Tirmidzi)
Tidak terasa sebentar lagi kita akan
memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh kaum
Muslimin. Karena pada bulan ini pahala dilipat gandakan, pintu surga di buka
selebar-lebarnya, pintu neraka di tutup serapat-rapatnya, dan setan pun di
belenggu. Untuk lebih menguatkan diri dalam menyambut Ramadhan, serta agar keinginan kita dikabulkan oleh
Allah SWT, sebaiknya kita juga banyak berdoa agar dipertemukan dengan bulan
Ramadhan. Coba kita perhatikan teman atau tetangga kita. Kita akan mendapati
bahwa sebagian dari orang yang tahun lalu menikmati Ramadhan, namun pada tahun
ini mereka telah tiada. Demikian pula dengan kita yang hari ini masih berupaya menyambut Ramadhan. Namun tidak ada
jaminan bahwa kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan nanti. Sehingga bulan
Ramadhan menjadi sebuah momen berharga bagi kita untuk mendulang pahala
sebanyak-banyaknya. Bulan ini juga menjadi salah satu momen untuk bertaubat
dari segala perbuatan dosa yang telah kita lakukan. Sungguh
merugi bagi orang yang melewati bulan Ramadhan tanpa mendapatkan apa-apa.
Sebagaimana pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رب صائم ليس
له من صيامه إلا الجوع ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر
“Betapa banyak orang yang puasa,
akan tetapi tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar saja, dan betapa
banyak orang yang berdiri (Salat) akan tetapi tidak mendapat apa-apa kecuali
rasa capeknya saja.” (Hadis Hasan Sahih Riwayat Ibnu Majah, Nasa’i, Ahmad dan
yang lainnya)
Maka sebelum bulan Ramadhan tiba
marilah kita siapkan diri untuk bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan
maksimal dan semoga menjadi pribadi Takwa sesuai dengan tujuan puasa itu
sendiri. Ada 4 hal yang perlu untuk dipersiapkan dalam menyambut bulan suci
Ramadhan. Berikut ulasan singkatnya :
Hal pertama yang perlu dipersiapkan
adalah Ruhiyah. Persiapan ruhiyah yang kita perlukan adalah dengan cara
membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas.
Pengokohan aqidah adalah pondasi utama dalam persiapan ruhiyah ini. Tanpa
aqidah yang benar, bisa jadi seseorang justru terjatuh dalam syirik. Dan
kesyirikan selamanya takkan berbuah keikhlasan. Aqidah yang benar adalah kuncinya.
Karenanya salah satu surat di dalam Al-Qur’an yang kesemuanya membahas tentang
aqidah dinamakan surat Al-Ikhlas. Membersihkan hati atau tazkiyatun nafs
juga hal yang urgen dilakukan dalam menyambut bulan Ramadhan ini. Allah SWT
dalam firmannya di QS. Asy-Syams : 9 menegaskan bahwa membersihkan hati (tazkiyatun
nafs) itu sangat penting “Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan
jiwanya.” (QS. Asy-Syams : 9)
Maka lakukan evaluasi diri (muhasabah)
apakah penyakit aqidah masih menjangkiti diri kita. Selanjutnya kita ber-mujahadah untuk menghilangkan
penyakit-penyakit itu. Saat-saat keikhlasan bersenyawa dalam diri kita
sepanjang Ramadhan merupakan saat-saat terbaik yang akan menjamin kita
memperoleh ampunan Allah SWT.
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Barang siapa yang berpuasa karena iman dan mengharap
perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq
‘Alaih)
Dan mestinya dalam menyambut
Ramadhan dengan berbagai kesyirikan (maaf: terkadang dengan dalih budaya) harus
ditinggalkan. Berani katakan TIDAK untuk kegiatan-kegiatan menyambut
Ramadhan yang tidak pernah di tuntunkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.
Kedua adalah Fikriyah. Kunci
amal adalah Ilmu. Dan mengaji (Baca : mempelajari ilmu agama) adalah
sarana beramal mencari ilmu. Sebelum Ramadhan tiba, kita harus membekali diri
dengan ilmu agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang
kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan rukun puasa, hal-hal
yang membatalkan puasa, serta sunah-sunah puasa. Juga salat tarawih, I’tikaf,
zakat, dan sebagainya.
Berlalu masa setahun, sering kali
diri ini lupa akan materi-materi seputar Ramadhan, dan sebagai orang beriman
wajib untuk “tidak bosan” mengulangi pelajaran-pelajaran seputar bulan puasa.
Karena pada dasarnya hal itu akan menguatkan keimanan bagi orang yang berhati
bersih.
Inilah rahasia mengapa Imam Bukhari
membuat bab khusus dalam Sahihnya dengan judul Al-Ilmu Qabla Al-Qaul wa
Al-Amal (Ilmu sebelum Ucapan dan Amal). Tanpa ilmu bagaimana kita bisa
beramal selama bulan Ramadhan dengan benar? Pemahaman ilmu syar’i ini juga merupakan tanda kebaikan yang dikehendaki Allah
terhadap seseorang. Karenanya Rasulullah SAW bersabda :
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka
ia dipahamkan tentang (ilmu) agama (Muttafaq ‘Alaih).
Ketiga adalah jasadiyah.
Ramadhan membutuhkan persiapan fisik yang sehat. Tanpa persiapan memadai kita
bisa terkaget-kaget bahkan ibadah kita tidak bisa berjalan dengan normal. Ini
karena Ramadhan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan
sebelumnya. Kita diharapkan tetap PRODUKTIF dengan kegiatan kita masing-masing
meskipun dalam kondisi berpuasa. Dan jauh dari sifat kemalasan, apalagi dengan
mengambinghitamkan puasa. Kita juga akan melakukan ibadah dalam porsi yang
lebih lama dari sebelumnya. Salat tarawih, misalnya. Karenanya kita perlu
mempersiapkan jasadiyah kita dengan berolah raga secara teratur, menjaga
kesehatan badan, dan kebersihan lingkungan. Di sini, logika akal bertemu dengan
keutamaan syar’i dalam hadis nabi :
المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah
daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
Bagi yang ditakdirkan sakit ketika
bulan Ramadhan tidak perlu berkecil hati, tetap berusaha dengan maksimal. Allah
SWT selalu melihat PROSES hamba-Nya yang sedang mengoptimalkan diri dalam
menjalankan perintah-Nya bukan melihat hasil dari perbuatan hamba-Nya.
Terakhir adalah persiapan maliyah. Persiapan
maliyah yang diperlukan dalam menyambut bulan Ramadhan BUKANLAH untuk membeli
baju baru, menyediakan kue-kue lezat untuk Idul Fitri, sibuk mencari bekal
oleh-oleh mudik dan lain-lain. Kita justru memerlukan sejumlah dana untuk
memperbanyak infak, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu
orang yang membutuhkan. Tentu saja ini berlaku bagi yang mampu.
Rasulullah SAW telah mencontohkan
bahwa beliau begitu dermawan di hari-hari biasa, dan bertambah SANGAT dermawan
di bulan Ramadhan mengalahkan angin yang berhembus.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ
النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ
، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
، فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ
الْمُرْسَلَةِ
Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati,
lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada
setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Maka sifat murah hati
Rasulullah melebihi hembusan angin (HR. Bukhari)
Kedermawanan Rasulullah SAW
bertambah hebat ketika bulan Ramadhan. Ini mengajarkan kepada umat beliau bahwa
Ramadhan sebagai bulan di mana kita harus back on the right track. Karena
dalam bulan ini Allah SWT melipatgandakan kebaikan yang biasa dilakukan,
menguatkan diri dalam perjuangan dakwah, bertobat dari kesalahan dan
menggantinya dengan kebaikan-kebaikan. Mari kita mulai dari diri ini, keluarga
dan sekitar. InsyaAllah cita-cita
meraih Takwa bisa dicapai. Karena tujuan dari puasa adalah menjadikan manusia
itu menjadi bertakwa kepada Allah SWT. “Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah : 183)
Walaupun kurang sak-nil bulan
Ramadhan tiba, bisa jadi kita tidak bisa bertemu dengan Ramadhan, karena usia
adalah rahasia Allah. Maka lakukan yang terbaik! Saat ini juga. Mari perkuat Ukhuwwah dan Istiqomah dalam Amal Saleh kita.
Thursday, May 09, 2013
Almamater Kuning Kunjungi SKI FSSR
Kamis (9/5), SKI FSSR UNS mendapatkan kunjungan dari Rohis
UNNES Linguabase (Lingkar Ukhuwah Bahasa dan Seni). Mereka tiba di kampus UNS
tepatnya di Fakultas Sastra dan Seni Rupa kurang lebih pukul 10.00 WIB.
Teman-teman UNNES yang beralmamater kuning-kuning berkolaborasi dengan
teman-teman UNS yang beralmamater biru, sangat kontras sekali. Inilah warna
yang menarik.
Kami, SKI FSSR UNS menyambut dengan sumringah dan cerah
seperti cerahnya hari di UNS. Kunjungan ini tidak hanya sekedar kunjungan
biasa, tetapi lebih dari itu. Tujuannya adalah untuk menjalin silaturahim.
Kedatangan teman-teman Linguabase UNNES adalah kabar gembira bagi kami.

