Showing posts with label Tulisan Pengurus. Show all posts
Showing posts with label Tulisan Pengurus. Show all posts

Wednesday, September 25, 2013

Masa Tak Tergantikan!

0 comments
Novitasari Mustaqimatul Haliyah

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
Marilah sejenak merenungi ayat demi ayat yang tersaji indah dalam untaian kata surat cinta-Nya, Al-‘Asr.
Ketika kita tidak mampu mengatur waktu dengan baik, maka akan sangat dekat dengan kebinasaan. Waktu ibarat samurai, yang dapat menjadi senjata namun terkadang juga ia bisa melukai diri kita sendiri. Tergantung bagaimana kita menggunakannya.
Manusia telah dikaruniai Allah SWT waktu 24 jam per hari. Akan tetapi betapa sia-sianya ketika waktu itu tidak digunakan untuk hal-hal yang positif. Justru kita terlena ketika memiliki waktu luang, kita seenaknya berleha-leha, berpangku tangan. Waktu luang merupakan sebuah kenikmatan, namun sering dilupakan. Benar yang dikatakan Rasulullah ratusan tahun yang lalu, “Dua macam kenikmatan dari nikmat-nikmat Allah, kebanyakan umat manusia merugi padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari). Waktu luang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, jangan sampai kosong selamanya. Barangsiapa tidak menyibukkan dirinya dalam kebenaran, tentulah ia akan disibukkan dalam kebatilan.
Kata Imam Al-Ghozali'
Yang Singkat Itu "WAKTU". Yang Menipu Itu "DUNIA". Yang Dekat Itu "KEMATIAN". Yang Besar Itu "HAWA NAFSU". Yang Berat Itu "AMANAH"Yang Sulit Itu "IKHLAS". Yang Mudah Itu "BERBUAT DOSA". Yang Susah Itu "SABAR". Yang Sering Lupa Itu "BERSYUKUR".Yang Membakar Amal Itu "GHIBAH". Yang Mendorong Ke Neraka Itu "LIDAH".  Yang Berharga Itu "IMAN". Yang Menenteramkan Hati Itu "TEMAN SEJATI". Yang Ditunggu Allah SWT. Itu "TAUBAT".

Renungan:
Berapa waktu yang kita gunakan untuk mengingat Allah? Semenit, dua menit, sejam dua jam? Atau tidak sama sekali? Atau mengingat Allah hanya ketika ada panggilan untuk sholat? Sedangkan berapa lama waktu untuk mengingat yang lain, berangan-angan yang tidak menentu? Lebih banyakkah? Padahal ketika kita mengingat Allah di waktu luang, maka Allah akan mengingat kita di waktu sempit.
Seberapa banyak intensitas kita dalam membaca atau menghafalkan Al-Qur’an dibanding membuka dan membaca situs jejaring sosial? Seberapa sering kita mengadu pada Allah atas apa yang menimpa diri kita? Lebih suka mencurahkan semuanya pada Allah ataukah curhat di status jejaring sosial? Update status galau, dan menebarkan virus-virus negatif kepada para muslim yang lain. Niatnya berdakwah aktif, namun tak disangka yang tercetus dan tertulis hanyalah status melankolis. Harusnya kita jadi muslim inspiratif yang memanfaatkan waktu dan segala anugerah Allah dengan lebih positif, kreatif dan inovatif, bukan malah menginspirasi dalam hal negatif-provokatif.
Waktu begitu cepat berlalu, berputar bak roda yang melaju kencang, menerjang segala halang-rintang. Waktu adalah anugerah Allah yang Mahakuasa, yang akan sia-sia jika tak dipergunakan dengan hal-hal yang penuh manfaat. Waktu kencang melaju, tak kan pernah kembali ke masa lalu. Waktu melenakan qalbu, mampu membuat semuanya tersipu malu, enggan memutar semua memori kelabu masa dulu. Ia terus melaju, melaju, dan melaju tanpa mau menengok ke belakang dahulu. Jika saatnya ia berada pada garis finis, maka pemiliknya akan merasakan manis atau pahitnya perbuatan dulu ketika waktu masih berada pada peraduannya.

“Ya Allah, jadikanlah akhir umurku sebaik-baik umur, akhir amal perbuatanku sebaik-baik amal dan sebaik-baik hariku hari pertemuanku kepada-Mu.”

Akhwat Keren VS Akhwat Keren

0 comments
(Novitasari Mustaqimatul Haliyah)
Sebelum membahas mengenai akhwat keren dan akhwat keren (baca: tertinggal), mari kita menilik sejenak perkembangan wanita di zaman globalisasi ini. Tentunya kalian pernah lihat televisi atau mungkin bahkan sering. Di Indonesia televisi merupakan sumber hiburan utama bagi masyarakat Indonesia. Namun, apa yang ditampilkan dalam televisi-televisi tersebut? Kebanyakan media televisi tersebut mengeksploitasi wanita, seolah wanita merupakan barang dagangan dan umpan sebagai pelaris produk barang yang akan dipromosikan.
Wanita merupakan sebuah kunci. Ada pepatah yang mengatakan bahwa di samping lelaki yang perkasa, ada wanita yang perkasa pula. Adapun di sampang laki-laki yang keji, ada wanita yang keji. Hal seperti ini telah dikabarkan dalam surat cinta-Nya QS. An-Nuur: 26, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…”
Mungkin ini yang menyebabkan mengapa wanita bisa disebut sebagai sebuah kunci. Ya, sebuah kunci. Kunci keberhasilan atau pun sebagai kunci perusak.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Imraan: 14, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Dalam firman Allah tersebut, wanita disebutkan pada urutan pertama. Ini membuktikan bahwa wanita adalah perhiasan dan pengendali. Ayat tersebut juga diperjelas dengan sebuah hadits riwayat Usamah bin Zaid Radhiyallahu 'anhu , ia berkata:Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun setelahku yang lebih membahayakan kaum lelaki daripada kaum wanita (Imam Muslim).
Saatnya kita merenung bahwa sejatinya kita adalah seorang wanita atau seorang akhwat yang mempunyai peranan yang sangat besar untuk mengubah segalanya. Maka, ketika kita telah ditakdirkan menjadi seorang akhwat di zaman globalisasi ini tantangan dan ujian pun menjadi lebih besar. Pengaruh feminisme bertebaran di mana-mana, hanya akhwat-akhwat yang keren saja yang mampu memegang teguh syariat Islam yang dibawa oleh Rasul kita tercinta.
Akhwat keren tidak terpengaruh oleh zaman yang mengikis moral, ia selalu berupaya menjaga izzah atau kehormatan dirinya, akhwat keren adalah akhwat yang berkontribusi aktif untuk dakwah Islamiyah, akhwat keren adalah akhwat yang istiqomah menuntut ilmu agama dan mengamalkannya, serta akhwat keren akan senantiasa menjadi sumber perubahan ke arah yang lebih cerah. Sebaliknya, akhwat keren (baca: tertinggal) adalah akhwat yang terombang-ambing oleh zaman, yang rela menggadaikan izzahnya demi terpenuhi hawa nafsunya, akhwat yang hanya diam dalam menegakkan syariat Islam, rajin menuntut ilmu tetapi malas untuk mengamalkan.
Sebagaimana mestinya, kita adalah makhluk yang diciptakan oleh-Nya dan mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi. Maka semestinya kita harus menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya, menjadi akhwat yang keren dan bukan menjadi akhwat yang keren (baca: tertinggal), menjadi partner sejati ikhwan keren pula dalam mengemban dakwah ini.
Ad-dunya mata’, khoirul mata’ al mar’atus sholihah. Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah wanita sholihah. Akhwat keren, akan selalu mengingat hadits ini dan berusaha menjadi wanita shalihah. Tidak terpedaya oleh dunia tetapi hatinya senantiasa mencintai-Nya. Bibirnya basah dengan dzikir, wajahnya cerah dengan basuhan air wudhu, matanya berkilau karena airmata yang mengalir di setiap sujudnya, tangannya ia gunakan untuk sedekah, kakinya ia gunakan untuk melangkah dalam dakwah, jiwa dan raganya ia serahkan hanya pada-Nya semata. Itulah akhwat keren yang senantiasa dicari sampai ke ujung dunia sekalipun.

http://himmaaliyahsk.blogspot.com/2013/09/akhwat-keren-vs-akhwat-keren.html

Wednesday, May 01, 2013

Zaman Kejayaan Islam (750 M – 1258 M)

1 comments
oleh Baharudin U

Seperti perabadan lain, Islam juga mengalami beberapa periode dalam sejarah. Ada satu periode dimana Islam bisa menunjukan eksistensinya di Eropa bahkan dunia. Periode tersebut terjadi pada saat para filsuf, ilmuwan, dan insinyur muslim bisa memberikan banyak konstribusi terhadap perkembangan teknologi dan kebudayaan. Mereka melakukannya baik dengan menjaga tradisi yang telah ada maupun dengan menciptakan penemuan-penemuannya sendiri.

Sebaliknya, bangsa Eropa waktu itu justru sedang berada di zaman kegelapan (dark ages), dimana dominasi gereja sangatlah besar sehingga setiap kebenaran (ilmu pengetahuan) harus sesuai dengan paham gereja. Apabila ada yang menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan gereja, maka akan mendapatkan hukuman bahkan sampai dibunuh. Hal tersebut menyebabkan terisolasinya ilmu pengetahuan dari manusia. Padahal sekitar tahun 300 SM, peradaban Eropa sudah dibangun sedemikian rupa oleh bangsa Yunani dan Romawi. Ilmuan-ilmuan Yunani mengembangkan filsafat, sementara orang Romawi mengembangkan birokrat.

Monday, April 29, 2013

Mobil LDK

1 comments
oleh Zulfa Hidayat

Tidak begitu cepat jika dibandingkan dengan mobil-mobil yang bermerek lainnya seperti mobil yang bergerak pada bidang ilmiah, maupun mobil yang bergerak dalam jalan politik. Sudah tahukan tentunya, apa itu mobil ilmiah? Sebut saja SIM, ia begitu berjalan dengan begitu cepatnya hingga menjurai dan berprestasi di kancah nasional. Belum lagi pengembangan-pengembangan ilmu yang dilakukanya. Sehingga apa yang dilakukannya seakan-akan sudah sangat hebat dan membawa nama baik Universitas. Mungkin kata seakan-akan kurang tepat, karena bisa saja Mobil Ilmiah itu berkembang dengan cepat dan juga signifikan. Lain lagi dengan Mobil Politik, tentu saja ia bergerak dalam bidang politik yang mempunyai peran penting bagi mahasiswa, (katanya). Karena kenapa? Sudah jelas lah tugasnya. Sebut saja BEM, ia adalah mobil penampung aspirasi mahasiswa yang mahasiswa berharap dengan keberadaannya bisa menjadi mobil pembawa aspirasinya. Dari hal peran saja sudah hebat, walaupun kenyataannya juga belum tentu, tetapi jika dilihat dari perannya saja sudah terdengar hebat dan bermanfaat sekali. coba saja apa yang terjadi apabila di setiap Universitas tidak ada BEM-nya, keteraturan dalam Universitas berkurang dan mungkin bisa dibilang akan sangat mengganggu akademik mahasiswa.

Untaian Kisah Bersama LDK

0 comments
oleh Muamar Maulana

Alhamdulillahi robbil ‘alamiin , Allahumma Sholli wa Sallim ‘alaa Sayyidina Muhammad wa alihi wa Shahbihi wasallim. Kita sebagai manusia yang banyak memiliki kekurangan hendaknya selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada kita. Segala hal yang baik maupun buruk hanya Allah yang tahu. Sebagai manusia kita hanya mampu menjalani apa yang mampu kita kerjakan. Syukur adalah salah satu tanda taat kita pada Allah ta’alaa.

Sholawat adalah kunci syafaat. Rasulullah SAW adalah semulia-mulia makhluk yang diciptakan Allah SWT. Semoga kunci ini bisa kita dapatkan di hari akhir nanti.

Sebagai seorang mahasiswa tentu pernah mendengar kata “LDK (Lembaga Dakwah Kampus)”. Dulu saya tertarik masuk LDK, khususnya SKI FSSR adalah ketertarikan saya pada film Hitam Putih 1. Film itu sangat berkesan pada diri saya. Kisah film itu seperti statemen saya pada LDK sebelumnya. Namun dari sebuah cerita tadi saya rasa banyak juga yang bisa dilakukan untuk berdakwah. Kajian bagus, ngaji bagus, dzikir bagus, namun menyenangkan hati orang juga bagus, dan banyak hal baik lainnya yang dapat dilakukan dalam dakwah.

LDK Antara Kau dan Aku

0 comments
oleh Rahmat Hidayat

Pertama kali aku masuk kampus ini aku belum memikirkan tentang yang namanya organisasi keislaman. Aku terus mencari organisasi apa yang cocok untuk orang sepertiku. Aku terus merasa kebingungan bagaikan sampah yang terseok kesana kemari mengikuti kemanapun angin membawanya. Terhempas oleh guncangan kata-kata yang selalu membisingkan telingaku. Kata-kata manis para penjajak UKM.

Namun akhirnya hatiku luluh oleh UKM yang satu ini, UKM yang mengajakku tentak kebaikan, nama UKM tersebut SKI. UKM ini merupakan sebuah LDK (Lembaga Dakwah Kampus) yang menjunjung tinggi syariat islam. Aku tertarik padanya karena suatu pernyataan, apa yang membuat Islam yang merupakan agama samawi masih tetap eksis hingga saat ini? Padahal ada agama-agama samawi yang sebelum Islam tetapi mereka rusak atau hancur kemakan zaman. Jawabannya hanya satu, karena Islam mewajibkan setiap umatnya untuk berdakwah. Karena pernyataan inilah yang membuat aku jatuh hati kepada LDK ini.

Monday, April 22, 2013

Penuh Warna Dakwah Fakultas

0 comments
oleh Andaria

Dakwah kampus merupakan jalan yang penuh dengan limpahan pahala dan rahmat Allah. Oleh karena penuh dengan pahala dan rahmat, maka jalan mulia ini penuh dengan hambatan dan rintangan. Tabiat dakwah itu berat, terjal dan penuh liku serta membutuhkan waktu yang lama. Tabiat yang secara materi tidak akan mendapatkan keuntungan yang melimpah. Maka dari itu, pengusungnya sangat sedikit. Jika ada yang bertanya mengapa dakwah sangat susah, jawabannya adalah karena surga itu sangat indah.

Sekarang, di sinilah aku berdiri. Dalam barisan ini, barisan dakwah Illahi. Dengan bangga aku menobatkan diri menjadi aktivis dakwah kampus. Bukan jalan yang mudah memang. Ketika mahasisiwa lain tidur nyenyak di rumah atau kost, aku harus pontang-panting menyebar pamflet seminar kemuslimahan atau syuro membahas proker yang harus terealisasi. Membagi waktu antara mengerjakan tugas kuliah dan amanah. Antara pulang kampung atau mengikuti sebuah dauroh di luar kota. Antara A dan B. Ini dan itu. Namun disinilah sebuah tantangan. Tantangan itulah yang membuatku jatuh cinta. Jatuh cinta pada dakwah.

Wednesday, April 17, 2013

Di Bawah Bayang-Bayang Kartini

0 comments
oleh Novitasari Mustaqimatul Haliyah

Selain Maret dan Desember, bulan April merupakan salah satu bulan yang istimewa di kalangan perempuan dan akademisi. Di bulan ini, Anak sekolah (dari TK sampai SMA), guru, dan PNS berpakaian menurut adat daerah masing-masing. Tidak hanya berpakaian adat saja, tetapi juga dilombakan. Ada apa dengan bulan April?

Ya, Hari Kartini. Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April untuk mengenang jasa-jasanya selama ini. Kartini adalah sosok wanita tangguh cermin masa itu. Di tengah masyarakat yang masih kolot akan pendidikan, beliau mencoba melakukan gebrakan.

“Seorang perempuan tidak membutuhkan pendidikan. Ia hanya boleh berkutat pada 3 ur (kasur, dapur, dan sumur).”

Itulah stigma yang menancap kuat dalam jiwa-jiwa perempuan zaman R A Kartini dahulu, bahkan stigma tersebut mungkin juga masih melekat pada diri seorang perempuan di zaman modern ini. Di tengah masyarakat yang masih berfikiran kolot seperti itu, Kartini terus berjuang dan berjuang agar seorang wanita juga bisa belajar dan memperoleh pengetahuan. Kartini pun juga merupakan sosok perempuan yang cerdas. Beliau selalu mengaplikasikan ilmu yang didapatkannya. Kumpulan surat-suratnya dengan sahabat penanya membuahkan hasil yang sampai sekarang bisa dibaca dan dipelajari.

Perhatian Seorang Ibu

0 comments
oleh M Reza Satirta

Suatu malam, Ade sedang sibuk dengan keseruannya bermain gadget. Malam itu dia ingin menghabiskan waktunya dengan menikmati berbagai fitur jejaring sosial (social network). Sekali main, Ade mengoperasikan dua gadget. Ia menikmati berbagai fitur dalam dua gadget-nya antara lain facebook, twitter, yahoo-messenger, hingga blackberry-messenger. Semua dinikmati dengan serunya tanpa mengingat waktu. Ia menikmatinya tanpa lelah dari sejak siang hingga malam tepat pukul sepuluh.

Sesekali ia terpingkal sendiri ketika ia melihat chatting-an dari teman-temannya. Namun di saat yang lain ia merasa berbunga-bunga karena sang pujaan hati selalu membalas chatting-an di gadget lainnya. Di sela keasyikannya, seseorang di luar mendekati kamarnya lalu mengetuk pintu.

Monday, April 15, 2013

Apakah Tidur Membatalkan Wudhu?

0 comments
oleh Nabilla

Tidur dan mengantuk, setiap orang pasti merasakannya, karena itu tanda bahwa tubuh kita masih beroperasi secara normal. Bayangkan betapa tersiksanya orang yang mengalami insomnia, harus menelan bahan-bahan kimia agar bisa terlelap. Kita sepantasnya bersyukur, Alhamdulillah ‘ala kulli chaal. Terkadang rasa kantuk itu datang begitu saja tanpa undangan, sehingga tak jarang mushala-mushala dan masjid-masjid menjadi tempat singgah sejenak, untuk melepas lelah sebelum tiba di rumah. Bukan hal yang aneh jika kita mendapati orang tidur di masjid-masjid maupun di mushala-mushala. Hukum tidur di masjid  sendiri itu pun diperbolehkan.

Di sisi lain, apakah wudhu orang tidur tersebut batal? Jika dia sudah berwudhu kemudian tertidur, dan ingin menunaikan shalat, apakah wajib baginya mengulangi wudhu? Ataukah langsung berdiri untuk menunaikan shalat tanpa berwudhu kembali?

Friday, April 12, 2013

Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah)

0 comments
oleh Istichomatul C

Sejarah merupakan tonggak untuk sebuah perubahan. Sejarah menjadi cermin terbesar sebagai bahan intropeksi. Maka mari tengok kembali ke cermin besar ini. Sekitar 1400 tahun yang lalu, hidup seorang perempuan kaya. Ia mendapatkan kekayaan bukan dari harta rampasan, melainkan dari usahanya sendiri atau biasa disebut wirausaha. Beliau adalah bunda Khadijah. Dengan kepandaiannya, beliau berwirausaha dalam hal perniagaan. Usahanya ini bukan main-main, karena usahanya amat terkenal di kalangan bangsawan pada masa itu. Ini menjadi bukti bahwa perbedaan gender bukan menjadi penghalang untuk menjadi lebih maju, khususnya dalam berwirausaha. Seorang muslimah juga harus sukses. Muslimah berwirausaha? Katakan ya..!

Rasulullah saw. bersabda :
Tidak ada yang lebih baik bagi seorang yang makan sesuatu, selain makanan dari usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud a.s selalu makan dari hasil usahanya,”
(H.R. Bukhari)

Tuesday, July 24, 2012

Ramadhan Bersama Nabi atau Selebriti?

0 comments
oleh Novitasari Mustaqimatul Haliyah

Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan ampunan. Di dalamnya terdapat banyak sekali keutamaan. Orang-orang yang beriman bersaing untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Namun, cukup banyak kejadian-kejadian di Indonesia yang kurang lazim dilakukan di bulan Ramadhan. Kegiatan ini seolah telah menjadi budaya yang telah mendarah daging sehingga suit untuk dihindarkan.

Kebiasaan orang Indonesia di bulan Ramadhan, yaitu:
  • Sahur dengan guyonan (OVJ Sahurnya Indonesia)
  • Orang Indonesia sahurnya dengan kelakar, nabi dengan istighfar.
  • Orang Indonesia lebih banyak tidur dari pada dzikir.
  • Kebanyakan orang Indonesia, terutama pemuda, ngegame di bulan Ramadhan. Seolah-olah bulan Ramadhan adalah bulan untuk menghabiskan waktu. Seakan-akan bulan Ramadhan itu mengekang kebebasan sehingga banyak yang mencari hiburan.