Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts

Friday, April 13, 2012

Akankah Kita Terus Berprasangka Buruk Pada Orang Lain?

2 comments
Oleh A. Mustofa Bisri

Di antara putera-putera Kiai Saleh, pengasuh pesantren "Sabilul Muttaqin" dan sesepuh di daerah kami, Gus Jakfar-lah yang paling menarik perhatian masyarakat. Mungkin Gus Jakfar tidak sealim dan sepandai saudara-saudaranya, tapi dia mempunyai keistimewaan yang membuat namanya tenar hingga ke luar daerah, malah konon beberapa pejabat tinggi dari pusat memerlukan sowan khusus ke rumahnya setelah mengunjungi Kiai Saleh. Kata Kang Solikin yang dekat dengan keluarga ndalem, bahkan Kiai Saleh sendiri segan dengan anaknya yang satu itu.

"Kata Kiai, Gus Jakfar itu lebih tua dari beliau sendiri," cerita Kang Solikin suatu hari kepada kawan-kawannya yang sedang membicarakan putera bungsu Kiai Saleh itu. "Saya sendiri tidak paham apa maksudnya."

Tuesday, March 13, 2012

Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?

3 comments

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras.

Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?"

Monday, March 12, 2012

Cara Muslim Memperlakukan Wanita Muslimah

0 comments
Sebuah Obrolan singkat ketika seorang lelaki inggris bertanya kepada seorang ustad:

Lelaki inggris bertanya: “Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?”

Syaikh menjawab : “Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu elizabeth?

Lelaki inggris menjawab: “oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu.”

Syaikh tersenyum berkata: “Wanita2 kami(Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya”)

lalu si inggris bertanya lagi, : “Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?”

Syekh tersenyum dan punya 2 permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.

Syaikh bertanya: “Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?”

Si inggris menjawab: “Yang tertutup..”

Syeikh berkata: “Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami”.