Showing posts with label keajaiban. Show all posts
Showing posts with label keajaiban. Show all posts

Sunday, January 01, 2012

Akhirnya Pemuka Gereja Ortodoks Rusia Memilih Jadi Muslim

0 comments
Dr. Viacheslav Polosin adalah lulusan Universitas Moskow, Fakultas Filsafat, jurusan sosiologi, tahun 1978.
seorang pater yang masuk dalam jajaran pejabat tinggi di Gereja Ortodoks Rusia. Pria kelahiran Moskow, 26 Juni 1956 mulai bekerja untuk Gereja Ortodoks pada tahun 1980 sebaga seorang “Reader” (orang yang bertanggung jawab untuk membacakan kutipan-kutipan kitab suci dalam peribadatan).
Ia kemudian belajar teologi di sebuah seminari di Moskow. Setelah lulus dari seminari tahun 1983, Polosin ditunjuk sebagai diaken (mengerjakan tugas-tugas pelayananan gereja), lalu diangkat menjadi pater.
Polosin bertugas menjadi pater di sejumlah paroki di kawasan Asia Tengah sampai tahun 1985. Ia pernah menjadi kepala gereja di kota Dushanbe, tapi kemudian dideportasi dari wilayah itu oleh otorita pemerintahan Soviet atas tuduhan membangkang pemerintahan komunis Soviet. Polosin lalu bekerja sebagai penerjemah paruh waktu di departemen penerbitan Kantor Keuskupan di Moskow.
Juni 1988, ketika penindasan terhadap agama oleh pemerintah Soviet mulai reda, Polosin kembali menjadi pendeta di sebuah gereja baru yang nyaris roboh di kota Obninsk, wilayah Kaluzhsky, hingga ia dipromosikan menjadi imam agung pada tahun 1990.
Perjalanan karir Polosin sebagai pemuka agama semakin mulus. Pada bulan Maret 1990, Polosin terpilih sebagai deputi dan anggota Mahkamah Soviet Federasi Rusia, mewakili wilayah Kaluzhsky. Di Mahkamah itu, Polosin menjadi ketua bidang kebebasan beragama hingga tahun 1993. Semasa jabatannya, Polosin berperan dalam pembuatan undang-undang “Kebebasan Beragama”.
Sejak tahun 1990, Polosin ikut serta dalam pendirian gerakan Kristen Demokratik di Rusia. Ia sendiri duduk sebagai salah satu pengurus di gerakan tersebut sampai tahun 1993. Pada saat yang sama, Polosin menyelesaikan studinya di Akademi Diplomatik Kementerian Luar Negeri Rusia dan mendapat gelar MA untuk bidang ilmu politik.
Aktif berpolitik, Polosin sudah meninggalkan kegiatan gereja sejak tahun 1991 dengan alasan sulit baginya untuk membagi waktu antara aktivitasnya di bidang politik dan agama. Setelah Mahkamah Soviet dibubarkan tahun 1993, Polosin menolak tawaran untuk kembali berkegiatan di gereja sebagai pendeta. Ia lebih memilih menjadi konsultan paruh waktu bagi Departemen Hubungan Internal Gereja, menjadi penasehat untuk pemerintahan negara bagian Duma yang tergabung dalam Komite Asosiasi Publik dan Organisasi Keagamaan.
Tahun 1999, Polosin meraih gelar setara dengan PhD setelah berhasil memperhankan thesisnya berjudul “Dialectics of a Myth and Political Myth Creation”. Setelah itu, Polosin banyak menulis artikel bertema keagamaan dan isu-isu agama-politik.
Salah satu buku karyanya adalah “Myth. Religion. State” yang mengupas tentang pengaruh mitos penciptaan pada perkembangan politik di masyarakat, serta keuntungan-keuntungan ideologi monoteistik untuk membangun sebuah negara.
Masih di tahun 1999, Polosin membuat pengumuman yang mengejutkan bahwa ia dan istrinya kembali ke monoteisme, kembali pada agama nenek moyangnya, dan memeluk Islam. Ia menggunakan nama islami “Ali” di depan namanya.
Setelah masuk Islam, Polosin terpilih sebagai salah satu ketua “Refakh” sebuah gerakan sosial dan politik komunitas Muslim di Rusia. Ia juga menjadi pemimpin redaksi “Muslim Newspaper” yang diterbitkan pada tahun 1999.
Tahun 2003, Polosin terpilih sebagai presiden Persatuan Wartawan Muslim di Rusia, serta menjadi penasehat di Dewan Mufti Rusia.

source: http://answering.wordpress.com/2011/12/28/akhirnya-pemuka-gereja-ortodoks-rusia-inimemilih-jadi-muslim/

Friday, December 30, 2011

7 Keajaiban Dunia Versi Islam

2 comments
7 Keajaiban Dunia versi dunia sudah sering kita dengar/baca. Bagaimana dengan 7 keajaiban versi Islam? Berikut daftarnya.
1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman
Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”.
Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]
Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]
2. Pohon Kurma yang Menangis
Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,
“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]
Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]
3. Untaian Salam Batu Aneh
Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,
Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

4. Pengaduan Seekor Onta
Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.
Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.
Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]
5. Kesaksian Kambing Panggang
Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:
Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]
6. Batu yang Berbicara
Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]
Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]
7. Semut Memberi Komando
Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,
“Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).
Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin.


Sumber : http://jelajahunik.blogspot.com

Monday, December 12, 2011

Proses Tumbuhnya Benih

0 comments
Oleh Dr. Mohamad Daudah

Proses penumbuhan termasuk proses kehidupan yang terjadi di muka bumi ini, dan ia merupakan sebagian dari bukti akan kekuasaan Ilahi di alam semesta. Seandainya tidak ada proses penumbuhan, maka tidak ada tumbuh-tumbuhan di dunia. Seandainya tidak ada tumbuh-tumbuhan di bumi, maka tidak ada klorofil. Dan seandainya tidak ada klorofil, maka tidak ada kehidupan di bumi.

Allah berfirman, ‘Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).’ (an-Naml: 60)

Ayat ini termasuk ayat mukjizat tentang tumbuh-tumbuhan di dalam al-Qur’an.
 
Ayat ini mengaitkan antara air dan proses penumbuhan, karena air merupakan syarat utama dan pokok dari proses penumbuhan. Terkadang benih atau biji berdiam di tanah selama bertahun-tahun tanpa tumbuh dan tidak bergerak, sampai air turun padanya, lalu mulailah proses yang mengagumkan dan sarat mukjizat, yaitu proses penumbuhan. Anak-anak kita sering meletakkan biji atau benih di atas kapas basah, tetapi mereka tidak tahu bahwa mereka sedang melakukan salah satu proses kehidupan paling rumit di dunia tumbuhan dan kimia kehidupan. Proses ini digunakan Allah untuk menantang orang yang menyekutukan-Nya, agar mereka melakukan hal serupa tanpa melalui sarana-sarana Allah menciptakan segala sesuatu yang hidup, seperti janin dan air.

Ketika air menetesi benih atau biji, maka ia menyerap air dengan daya serap dan tekanan osmotik. Rumus-rumus air pada tumbuhan itu memiliki hukum matematika tersendiri yang rumit dan meletihkan kita untuk memahaminya melalui berbagai kajian, dan yang masih meletihkan para mahasiswa saat diberi penjelasan mengenainya.

Perhatikan kekuatan yang diletakkan Allah pada selaput biji atau kulit benih. Seandainya selaput itu tidak tembus air, maka air tidak sampai kepada janin di dalam biji atau benih, sehingga gagal-lah proses penumbuhan.

Sebagian benih memang memiliki kulit (sepatut benih) yang keras dan tidak tembus air secara sempurna (yaitu benih pohon jarak). Tetapi, Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan baik itu membekali benih ini dengan lobang di bagian atas benih. Lobang ini dikelilingi dengan unsur spon yang menyerap air, yang disebut Caruncle, sehingga air dapat tembus melalui lobang tersebut dan sampai ke janin.

Apakah unsur spon ini tercipta secara kebetulan, bukan ciptaan Khaliq yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal? Ataukah ia diciptakan tanpa kekuatan dan kesadaran seperti klaim para pengatur teori Darwin dan orang-orang muslim Artikelalis yang tidak menyembah Allah dengan sebenar-benarnya penyembahan: ‘Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.’ (al-Hajj: 74)

Ketika air masuk ke benih atau biji, maka terjadilah perubahan-perubahan fisika dimana biji mengembang dan bertambah ukurannya akibat daya serap tersebut, sehingga ia merobek selaputnya. Dan pada waktu yang sama terjadi proses-proses kimiawi yang besar, dimana janin mulai mengeluarkan enzim-enzim pengurai Artikel-Artikel nutrisi yang tersimpan di dalam benih dan biji tersebut. Lalu ia mengubahnya—dari Artikel-Artikel yang kompleks susunannya, besar volumenya, tidak bisa menembus sel-sel janin, dan janin tidak bisa mendayagunakannya—menjadi Artikel yang sederhana susunannya, kecil partikel-partikelnya, bisa menembus melalui selaput dan dinding sel, sehingga janin bisa menyerap makanannya.

Gambar di atas adalah irisan benih, tampak lobang pada benih atau yang disebut Caruncle.

Yang mengagumkan adalah jenis enzim itu sesuai dengan jenis nutrisi yang tersimpan di dalamnya. Enzim-enzim ini mengurai sebagian Artikel yang sangat keras, seperti yang ada pada buah pohon doum yang sebagian dari kita mengolahnya menjadi pakaian yang keras. Enzim-enzim itu mengubahnya menjadi Artikel-Artikel yang lunak dan lembut seperti susu, manis rasanya, mudah dicerna dan diserap.

Proses-proses tersebut berlangsung dalam suhu 25-35 derajat celcius. Apabila kita ingin melakukan proses yang sama di laboratorium, maka kita membutuhkan beberapa bak air panas, asam pembakar dan pengurai. Kita juga membutuhkan beberapa alat pendingin, alat konsentrat, dan alat pengukur suhu yang tepat, serta para arsitek, ilmuwan, dan seniman yang jumlahnya lebih dari ratusan orang. Kita juga membutuhkan pabrik-pabrik yang sangat bising, mengeluarkan asap yang tinggi, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, serta membutuhkan modal yang sangat besar.

Proses ini terjadi dengan sangat tenang, di dalam benih yang diletakkan anak kecil di atas sepotong kapas yang dibasahi. Proses-proses yang rumit ini berlangsung di kebun yang sederhana, yang tidak mengenal equasi kimia, laboratorium, dan penelitian.

Siapakah yang berbuat demikian? Adakah tuhan selain Allah? Apakah itu alam, seperti pernyataan kaum Artikelalis sekuler. Sesungguhnya orang yang meyakini dan menyatakan hal demikian itu tidak berbeda pemikirannya dari mereka yang naif dan bodoh.

Mereka tidak berbeda dari orang yang mengatakan saat terjadi gempa, ‘Kerbau yang memikul bumi di atas salah satu tanduknya memindahkan beban ke tanduk yang satu karena capek.’

Proses kehidupan yang mengagumkan itu memulai pembelahan sel dan kromosom, menganyam jaringan dan membangun dinding. Keluar suhu panas, kehidupan berdenyut, hormon terbentuk, vitamin bekerja, organ tumbuh keluar, akar menghujam ke tanah, batang tumbuh ke atas, tangkai, daun, bunga, dan buah bermunculan, serta jutaan proses kehidupan lain yang sarat mukjizat.

Gambar menjelaskan proses pembelahan sel pada tumbuhan dengan kuasa Allah.

Proses kehidupan yang mengagumkan itu memulai pembelahan sel dan kromosom, menganyam jaringan dan membangun dinding. Suhu panas terpancar, kehidupan berdenyut, hormon terbentuk, vitamin bekerja, organ tumbuh keluar, akar menghujam ke tanah, batang tumbuh ke atas, tangkai, daun, bunga, dan buah bermunculan, serta jutaan proses kehidupan lain yang sarat mukjizat.

Siapakah yang membimbing benih-benih kepada perjalanan yang menakjubkan ini? Adakah tuhan selain Allah? Apakah alam yang tidak berkesadaran dan bisa berpikir itu mampu menciptakannya? Maha Benar Allah dalam firman-Nya, ‘Yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya?’ (an-Naml: 60)



Sumber : http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/proses-tumbuhnya-benih.htm

Friday, August 12, 2011

Hikmah Ramadhan Hari ke- 11

1 comments
Assalamualaikum

Beberapa hari tak menulis Posting tentang hikmah, bukan berarti tak ada hikmah,, selalu akan ada hikmah jika kita mau melihatnya.
Bismillahirohmanirrohim

Kemarin hari Rabu(10/08) ada Tarawih Kampus di rektorat, tarawih berjama'ah di gedung rektorat yang dihadiri sejumlah pejabat pendidikan dari berbagai fakultas, mahasiswa dan tamu undangan.

Thursday, August 04, 2011

Hikmah Ramadhan Hari Keempat

1 comments
Assalamualaikum



..yang tidur sepenuh kelopak mata, makan seluas mulut, tertawa selebar bibir, dan menggunakan waktu untuk bermain dan kesia-siaan, mustahil termasuk orang-orang yang menang {Hasan Al-Banna}


Hari ini kalimat diatas lah yang menjadi perhatian sang penulis. tak sengaja membaca dalam artikel seorang saudara mengenai Hasan Al-Banna.
kalimat yang dalam yang bisa menyindir atau memperingatkan kita semua tentang apa yang telah kita lakukan selama 4 kali puasa di bulan suci ini.

Tuesday, August 02, 2011

Hikmah Ramadhan Hari Kedua

0 comments
Assalamualaikum
Bismillahirohmanirohim

Hikmah lain lagi di hari berikutnya.
Sedikti menilik dari kisah yang terjadi Di sebuah Fakultas. Di bulan Ramadhan pada waktu sore menjelang berbuka, ada dua insan yang tetap aktif di bulan suci ini, seharian di penuhi dengan kegiatan yang mengharuskan pemikiran dan tenaga yang berlebih, tibalah waktunya sore hari dimana semuanya tinggalah sisa-sisa tenaga, tinggalah peluh dan sisa-sisa kerjaan yang belum terselesaikan.
Di sore itu ada satu hal terakhir yang menunda mereka untuk pulang ke rumah dan menemui keluarga untuk bersiap berbuka puasa. Satu hal yang mengharuskan mereka mencari akses internet dan men-Download sebuah file, keluhan pertama muncul karena 'katanya' HotSpotnya ga bisa dipake,,, alternatif satu muncul, menggunakan modem untuk buka email, keluhan kedua muncul, modem lemot, homepage Yahoo aja ndak kebuka.

Monday, August 02, 2010

Api Dalam Laut - Qur'an Sepanjang Masa

2 comments
السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Qs.52 Thuur:6. dan laut yang di dalam tanahnya ada api,
Sabda Rasulullah Muhammad SAW: "Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan."

Kata yg diguna dalam ayat diatas ialah "Sajara", sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih. Sehingga dalam persepsi orang zaman dulu, semasa Qur'an diturunkan 1400 yang lalu, api dan air adalah sesuatu yang bertentangan.

Air mematikan api sedangkan api itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya?

Ayat Al-Quran ini telah menjelaskan struktur bumi itu sendiri. Ini terbukti dengan teori pemisahan lantai laut (seafloor spreading) yang menyebabkan magma di bawah kerak bumi keluar dengan tekanan yang kuat ke permukaan di bawah laut.