Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Tuesday, August 06, 2013
Romadhon Tanpa Bidadari
Oleh : Nisa Asy-Syifa
(Pemenang Lomba Mading ESR)
Bakda sholat Isya malam ini terasa lebih indah. Langit
begitu anggun dengan hiasan bintang. Seolah ingin menyampaikan isyarat lafadz
tasbih, takbir dan tahmid atas segala keagungan sang pencipta semesta yang
bertahta dalam singgasana arsy. Ayah sedang menata dagangan sisa jualan di
pasar tadi pagi. Kedua adikku yang tengah duduk di TK dan kelas 3 SD tengah bermain di ruang
tamu. Sedang aku sendiri masih termenung memandang kalender mini yang bersandar
di dinding kamarku. Malam ini adalah malam pertama bulan romadhon di tahun ini.
Esok hari semua umat muslim wajib menunaikan puasa. Malam ini juga tepat empat
bulan yang lalu Ibu memenuhi panggilan sang Khaliq. Allah lebih menyayangi
beliau melalui penyakit radang paru-paru. Inilah bulan romadhon pertama yang
dilalui oleh keluargaku tanpa kehadiran Ibu. Rumah ini pun terasa begitu dingin
tanpa kehangatan senyum dan teh manis nan hangat yang selalu tersaji di meja
menemani belajarku, adik-adik serta Ayah. Saat malam hari di bulan romadhon
seperti ini, setelah sholat Isya, Ibu sibuk didapur menyiapkan bahan makanan
yang akan di masak esok hari untuk makan sahur keluarga. Namun, malam ini dapur
pun terasa hampa, tiada lagi harumnya adonan tepung ketan yang di pan, karena
Ibu tahu adik-adiku sangat susah jika makan sahur langsung makan nasi, maka
dengan segala kelihaiannya beliau membuatkan kue-kue yang bisa mengawali makan
sahur keluarga. Allah, betapa kerinduan mengelayuti hati ini akan kehadiran
sosok wanita itu. Jadikan ia bidadari surga-Mu dan pertemukan keluarga kami kembali
di jannah-Mu kelak. Lambat laun ingataku tentang Ibu mulai terasa samar.
Kepalaku mulai terkulai di meja belajar. Rasa kantuk yang begitu nyaman mulai
membawaku ke alam bawah sadar.
Saat aku mulai kembali sadar, kukejap-kejapkan mataku.
Pendengaranku mulai mengawali aliran respon ke seluruh saraf otak. Lantunan
ayat suci Al-Qur’an terdengar dari masjid yang jaraknya 100
meter dari rumah. Segera kulihat jam. Allahu Akbar! Pukul empat lebih lima
menit. Dengan segera kubangunkan Ayah dan adik-adik. Syukur nasi kemarin sore
ternyata masih sisa, cukup untuk makan sahur. Telur ceplok dengan bumbu garam
dapur cukuplah untuk menemani nasi putih yang dingin. Ayah membuat teh hangat.
Meski airnya dari termos dan tidak begitu panas karena tidak ada waktu lagi
untuk merebus air, tapi bisalah untuk melarutkan gula sehingga airnya terasa
manis. Nasi, telur ceplok, dan teh hangat telah siap di meja. Namun, adikku
yang paling bungsu hanya diam memandangi meja makan tanpa sepatah katapun.
“Dik, ayo segera makan sahur, apa perlu mas Hamdan
ambilkan. Nanti kalau tidak segera makan keburu adzan subuh loh.”
“Mas, kok sahur kita tidak seperti dulu lagi ya. Andai Ibu
masih menemani kita, belum menjadi bidadarinya Allah, pasti sahur kita tidak seperti
ini. Mas, Allah pasti sangat senang ya, saat ini ditemani oleh Ibu.
Air mata yang siap mengalir di pelupuk mataku tidak dapat
terbendung lagi. Meski selama ini aku selalu ingin terlihat tegar dan berusaha
untuk tidak menangis di hadapan Ayah dan adik-adik saat Ibu telah tiada, namun
kata-kata polos dari adik bungsuku telah membuncahkan kerinduanku kepada Ibu.
Aku selalu mengatakan bahwa Ibu sekarang telah menjadi bidadari Allah kepada
adik bungsuku, saat ia mulai merenggek ingin bertemu Ibu. Ia masih kecil,
begitu polos, dan belum mengerti apa hakikat kematian. Aku peluk adik bungsuku
erat-erat. Ayah, kulihat tampak tertunduk mencoba menyembunyikan air matanya
meski bagiku itu sia-sia. Inilah romadhon pertamaku tanpa Ibu. Allah, di bulan
mulia ini kukirimkan doa terindah untuknya. Di bulan romadhon pertama tanpa
kehadirannya ini pula, jadikan aku dan adik-adik sebagai simpanan amalan sholeh
untuknya.
Wednesday, July 17, 2013
Ramadhan dan Qur’an
Oleh: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
“Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat
kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak, puasa berkata, “Rabbku! Aku
menahannya dari makanan dan minuman pada siang hari, “ dan Al-Qur’an berkata, “Aku
menahannya dari tidur pada malam hari maka izinkanlah kami jadi syafaat
untuknya.” (HR. Ahmad:2/174)
Ramadhan
adalah bulan yang istimewa bagi setiap muslim, bulan yang selalu di
nanti-nanti. Namun, jangan hanya sekedar di nanti-nanti kedatangannya lantas
disia-siakan begitu saja tanpa ada aktivitas bermakna di dalamnya. Ramadhan
tidak sekedar agenda puasa menahan dahaga dan lapar saja, tetapi di dalamnya
harus diisi dengan ibadah-ibadah yang lainnya, seperti tilawatil Qur’an.
Puasa itu
membawa pelaksananya pada ketakwaan seperti yang telah difirmankan-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 183, yang artinya, “ Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar
kamu bertaqwa.” Orang yang takwa pastilah memahami makna surga dan neraka
maka dapat mengejar kebaikan dan meninggalkan keburukan. Alangkah baiknya di
bulan Ramadhan nan berkah ini, kita mempunyai target dalam membaca Al-Qur’an.
Sahabat Nabi dan Salafus salih ketika ramadhan mereka
selalu bercumbu mesra dengan Al-Qur’an. Imam Malik contohnya, pada saat
Ramadhan, keinginannya hanya satu, yaitu Al-Qur’an. Imam Syafi’i, tiap dua hari
sekali mengkhatamkan Al-Qur’an. Tidak hanya sekedar membaca Al-Qur’an tetapi
mereka pun memahami arti dan maknanya juga menghafalkannya. Subhanallah, itulah
teladan yang harus kita contoh.
Di negeri
para nabi sana, di bulan ramadhan orang-orang selalu berada dekat dengan Al-Qur’an.
Tangannya selalu menggenggam Al-Qur’an di manapun mereka berada, di dalam bus,
di halte, di rumah, di masjid, kantor. Mereka membaca Al-Qur’an dengan khidmat
dan khusyuk meski di dalam keramaian. Masya’allah,
lagi-lagi kita mendapat tauladan yang baik yang harus kita contoh. Semoga kita
diistiqomahkan dalam beribadah kepada-Nya, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi
di bulan-bulan selanjutnya.
Menghidupkan Semangat Rabbani bukan Ramadhani
Beni Dahlan
(Swastamandiri accounting School -- Al Es’af Special Program/Peserta Lomba Mading ESR)
“ciiiiit, duuarr!!” sebuah
kecelekaan terjadi di Jalan Solo-Wonogiri tepat satu hari sebelum ramadhan
tahun lalu. Setengah badan jalan tertutup bis yang mengalami lepas kendali
setelah salah satu ban depan pecah. Malangnya seorang pengendara motor yang
melintasi jalan itu terjepit di bawah, meninggal seketika.
“innalillahi wa inna ilaihi roji’un” gumamku dalam hati.
Hati ini tersentak, membayangkan jika sosok yang bersimbah darah itu adalah
diri ini, diri yang masih merasakan compang-camping keimanan. Menghela nafas
panjang, “Aah, sungguh beruntungnya diri seseorang yang ditakdirkan mampu
berjumpa kembali dengan Ramadhan.”
Mati, itu suatu hal yang pasti terjadi. Tak soal apakah ia masih
belia ataupun tua. Karena sakit menahun maupun kemarin masih sehat bugar
terbangun. Sungguh tak ada yang menduga kedatangannya. Boleh jadi beberapa
tahun lagi atau bahkan dalam hitungan detik dari sekarang.
Sebuah pesan disabdakan oleh Rasullah SAW yang diabadikan oleh Imam
Tirmidzi dalam Jami’ at Tirmidzi. “Tidak
ada yang dapat menolak ketentuan Allah Ta’ala selain do’a dan tidak ada yang
dapat memperpanjang umur seseorang kecuali perbuatan baik (yang mengenangkan)”.
Do’a adalah senjata orang beriman, sehingga do’a mampu ‘merubah’ dari suatu
‘takdir’ tidak baik menuju takdir yang lebih baik. Oleh sebab itulah Rasulullah
SAW mengajarkan do’a untuk kita “Allohumma bariklana fii rajab wa sya’ban,
wa balighnaa romadhon” “Ya Alloh, berkahilah kami di bulan Rajab dan
Sya’ban, dan sampaikanlah (usia) kami untuk berjumpa pada Romadhon.” Karena
tidak ada jaminan kita masih dapat menjumpai Ramadhan.
Hingga banyak kita jumpai potret adat kebiasaan generasi salaf,
setiap setengah tahun pasca romadhon mereka tak pernah melupakan do’a agar
amalan mereka diterima oleh Alloh SWT, dan setengah tahun berikutnya, mereka
berdo’a agar dapat menjumpai kembali bulan penuh keutamaan. “duhh begitulah
potret Generasi luar biasa, terasa jauh dari jangkauan kita.”
Jika tabir kematian itu masih dirahasiakan, lantas apakah kita
yakin bahwa kita masih memiliki kesempatan kembali berjumpa dengan Ramadhan?
Lalu jika kita telah dikaruniakan oleh Alloh SWT untuk dapat bersua, lantas,
apakah yang telah kita persiapkan untuk menyambutnya?
Mungkin sebuah kesempatan di hari ini mampu kita syukuri dan
renungi bahwasanya kematian itu selalu mengintai di setiap saat, selalu
membayang di setiap langkah kaki. Oleh sebab itu, jadikan hari ini menjadi
sebaik-baik persiapan dalam menyongsong lembaran-lembaran di bulan penuh
berkah.
Tidak hanya itu rahmat Alloh SWT, ampunan Alloh SWT dan do’a-do’a
yang kita panjatkan kepada Alloh SWT senantiasa didengar di setiap lembaran
hari hidup kita di luar bulan Ramadhan. Karena setiap hari pintu taubat terbentang
luas. Kasih sayang mengucur tiada batas. Jadi tidak ada alasan untuk
‘menyimpan’ amunisi semangat hanya di bulan Ramadhan, sehingga menjadikan sisa
hari menjelang ramadhan sebagai ajang istirahat ‘menimbun’ semangat, karena
setiap harinya reward Alloh SWT masih menggunung tinggi, pintu Jannah
menganga.
Maka optimalkan hari-hari menjelang Ramadhan ini dengan tetap
memacu dan melaju dalam kebaikan. Karena keinginan kita adalah menjadi Hamba
Rabbani bukan Hamba ramadhani.
Wallohu a’lam bish showab
Beni Dahlan
09010031/Swastamandiri accounting School -- Al Es’af Special
Program
Tuesday, July 16, 2013
KISAH PUASA SEORANG AWAM
Oleh: Andika Wahyu Nugroho
(Peserta Lomba Mading Edisi Spesial Ramadhan)
Bulan Ramadhan adalah
bulan yang paling ditunggu oleh umat muslim karena pada bulan itu begitu banyak
rahmat Allah, umat muslim berlomba-lomba memperbanyak ibadah. Pada bulan
ramadhan kita umat muslim diwajibkan berpuasa, serta kita harus memperbanyak ibadah,
tetapi bagaimana dengan orang awam yang
tidak terlalu mengerti tentang Islam walaupun dia beragama Islam? Ini adalah
sebuah kisah dimana seorang yang tidak pernah mendalami Islam berpuasa.
Sebut saja dia Wahyu,
dia bersal dari keluarga muallaf yang masih cukup awam dengan pengetahuan
Islam. Setiap bulan ramadhan tiba rasa bahagia yang muncul adalah rasa bahagia
karena banyak makanan enak yang di buat oleh ibunya. Dalam sholat pun si Wahyu
masih suka bolong-bolong, sering dia ketika terasa lapar diam-diam mengambil
makanan dirumah. Ketika mau sahur dia bangun dengan malas, bahkan terkadang dia
tidak bangun dan bahkan tidak sholat subuh. Diajak mengaji selalu beralasan,
begitulah bagaimana dia menjalani bulan ramadhan sehari-hari
Bulan Maret 2012 wahyu
berkenalan dengan seorang muslim yang taat yang mulai mengubah dirinya, dia
mengajari Wahyu bagaimana islam itu. Dari situ wahyu mulai tahu bagaimana Islam
seharusnya. Wahyu mulai berubah, dia mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan 2012, Wahyu mulai merubah
kehidupanya, dia mulai menjalankan ibadah dengan istiqomah. Semoga pada bulan
ramadhan ini Wahyu semakin semangat di jalan Allah.
Untuk
berubah memang sulit, terkadang kesadaran diri pun belum cukup untuk membuat
seseorang bergerak menuju perubahan. Tetapi bantuan Allah selalu datang dari
arah yang tidak terduga. Percayalah jika Allah selalu menyayangi umat-Nya.
SKI On The Road 2013
Oleh: Novitasari Mustaqimatul Haliyah
Sabtu (13/7), SKI FSSR mengadakan buka bersama di Panti Wreda Aisyah yang bertempat di Sumber, Surakarta. Agenda ini merupakan agenda rutin tahunan SKI FSSR pada bulan ramadhan. Tidak seperti namanya "SKI On The Road", agenda buka bersama ini pada ramadhan kali ini memang tidak diadakan di jalanan tetapi di sebuah panti jompo.
Pukul 14.00 WIB, para squad SKI FSSR sudah bersiap-siap juga mengadakan brifing pelaksanaan agenda di TKP nanti. Ba'da asar mereka langsung menuju ke TKP. Alhamdulillah, sesampainya di Panti tersebut kami disambut dengan hangat oleh seluruh penghuni panti. Wajah-wajah senja yang tampa seperti mentari di pagi hari yang menghangatkan hari yang terlampau dingin. Subhanallah, kami takjub.
Acara dibuka, dilanjutkan sambutan oleh ketua SKI FSSR dan Pengurus Panti. Setelah itu, tiba saatnya acara kajian yang disampaikan oleh ustadz Sukarno. Kajian berlangsung sangat khidmat. Tiba-tiba kami dikejutkan dengan suara nenek-nenek yang menyeletuk ingin bertanya. Masya'allah, rasa ingin tahunya masih menggebu walau usia sudah tidak lagi muda.
Adzan pun berkumandang, artinya adalah waktu berbuka puasa. Tibalah acara inti agenda "SKI On The Road". Kami membagikan takjil dan makan besar kepada seluruh penghuni panti tersebut. Mereka menerimanya dengan wajah berseri-seri. Masya'allah, hanya seperti itu saja sudah membuat hati mereka bahagia, semoga kami bisa memberi lebih di kemudian hari. Aamiin.
Acara pun dilanjut dengan sholat berjamaah, nenek-nenek itu berebut wudhu. Lagi-lagi ya Allah, izinkan kami berdzikir menyebut asma-Mu. Subhanallah, semangat mereka untuk beribadah pada-Nya masih saja membara.
Selalu ada hikmah di balik semua. Harusnya kita, generasi muda tidak boleh kalah dibandingkan dengan nenek-nenek itu dalam apapun. Semangat mereka saja masih membara dalam mendekatkan diri pada Allah SWT, kita???
Saturday, July 13, 2013
Doa Harian Bulan Ramadan
Oleh: Ustadzah Dwisusi Wardani
doa hari ke- 1
Ya Allah jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang2 sejati, bangunkanlah aku dari kelalaian dan ampunilah segala kesalahanku, wahai Robbul'alamiin..Maha Pengampun orang2 yg berdosa
doa hari ke -2
Ya Allah dekatkanlah aku di bulan ini dengan keridhoanMU.
Hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaanMU.
Dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk dapat mentadaburri ayat2 kitabMU dengan curahan rahmat dan hidayahMU, wahai Dzat Yang Maha pengasih dari para pengasih
Doa hari ke- 3
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini dengan kedermawananMu, wahai Dzat Yang Maha Dermawan dari para dermawan.
doa hari ke-4
Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah2MU, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kemanisan dalaem mengingatMu.
Dengan KemurahanMU, berikanlah kepadaku di bulan ini kesempatan untuk bersyukur kepadaMU.
Ya Allah, jagalah aku denga penjagaanMU dan tiraiMU, wahai Dzat Yang Maha Melihat dari orang2 yg melihat
doa hari ke -5
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan yang mulia ini termasuk golongan orang2 yang memohon pengampunanMU.
Jadikanlah kami di bulan ini termasuk golongan orang2 yg sholih dan berserah diri kepadaMU.
Dan jadikanlah aku di bulan initrmasuk kedalam golongan kekasihMu yang selalu merasa dekat denganMU, dengan anugerah kasihsayangMu wahai Dzat yang lebih pengasih dari
para pengasih.
Friday, July 05, 2013
Aku Dalam Penantianmu
Oleh: Hanifah Hikmawati
Fajar menyingsing,
burung-burung menatap tajam pada tikungan jalan. Ya, mereka menanti
buih sejuk dari Ramadlan nan tenteram. Bertengger di atas daun
kemuning kala dhuha
menggema. Sayap-sayapnya mengelu-elukan kehadiran bulan suci itu.
Matanya seolah menyala. Berbinar memenuhi relung sangkarnya. Entah
waktu yang mana mereka menyenandungkan kerinduannya kepada sang Esa.
Terbang tinggi menggelantung di awan. Menggapai ridla Illahi.
Lalu ketika adzan menggelegar
saat matahari menyulutkan teriknya, pepohonan itu memberi keteduhan
terhadap burung-burung yang selalu berkicau. Pepohonan itu merindukan
senandung firman-Nya. Menanti kabar gembira kapankah ramadlan kembali
tiba. Yang selalu membuat mereka hijau. Pepohonan itu memang rindu,
sangat rindu akan bulan suci.
Syams
memberikan sinarnya di balik bumi yang menatap matanya. Kemudian Qamr
memberikan sorot sinar kepda bumi yang membelakanginya. Keduanya
ialah ciptaan Malik. Keduanya selalu menantikan ramadlan.
Rerumputan yang bergoyang
diseduh angin itu melambangkan ketajaman pilu yang 11 bulan menanti
kehadiran bulan suci kembali. Bebatuan pun demikian. Menantikan diri
mereka menjelma warna putih untuk mereka berganti pakaian di bulan
ramadlan. Meneguhkan jiwa kepada ketentuan-Nya.
Sementara aku, selalu membuka
jendela pagi hari, menikmati hilir mentari yang pelan tenggelam dalam
mata. Aku selalu merasakannya dan akan selalu merindukannya.
Kusayangi selalu hari-hari
pagi yang baik yang menyapa setelah sebelumnya gelap.
Firman-firman-Nya selalu kujadikan mahkota untukku menerima segala
cinta. Mungkin aku telah haus. Lalu, aku berdo’a kepada-Nya agar
aku bertemu kepada bulan suci. Rasa haus ini hanya terobati dengan
panjatan-panjatan kepada-Nya yang Maha Kuasa. Cinta-Nya takkan
mungkin luruh, takkan lumpuh. Dialah yang menghidupkan kita, dan
semoga kita berjumpa pada bulan suci di tahun 2013 ini.
Monday, June 24, 2013
Sambut Ramadhan dengan Cerita, karena Usia adalah Rahasia Allah
Oleh
: Abdul Wahid
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda : “Bila tiba malam pertama
bulan Ramadhan para syaitan dibelenggu, maksudnya jin. Dan pintu-pintu neraka
ditutup dan tak satu pun yang dibuka dan pintu-pintu surga dibuka dan tak satu pun
yang ditutup. Lalu ada penyeru yang menyerukan: ”Wahai para pencari kebaikan,
sambutlah (songsonglah) dan wahai para pencari kejahatan, tolaklah
(hindarilah).” Dan Allah ta’aala memiliki perisai dari api neraka. Dan yang demikian
terjadi setiap malam.” (HR Tirmidzi)
Tidak terasa sebentar lagi kita akan
memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh kaum
Muslimin. Karena pada bulan ini pahala dilipat gandakan, pintu surga di buka
selebar-lebarnya, pintu neraka di tutup serapat-rapatnya, dan setan pun di
belenggu. Untuk lebih menguatkan diri dalam menyambut Ramadhan, serta agar keinginan kita dikabulkan oleh
Allah SWT, sebaiknya kita juga banyak berdoa agar dipertemukan dengan bulan
Ramadhan. Coba kita perhatikan teman atau tetangga kita. Kita akan mendapati
bahwa sebagian dari orang yang tahun lalu menikmati Ramadhan, namun pada tahun
ini mereka telah tiada. Demikian pula dengan kita yang hari ini masih berupaya menyambut Ramadhan. Namun tidak ada
jaminan bahwa kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan nanti. Sehingga bulan
Ramadhan menjadi sebuah momen berharga bagi kita untuk mendulang pahala
sebanyak-banyaknya. Bulan ini juga menjadi salah satu momen untuk bertaubat
dari segala perbuatan dosa yang telah kita lakukan. Sungguh
merugi bagi orang yang melewati bulan Ramadhan tanpa mendapatkan apa-apa.
Sebagaimana pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رب صائم ليس
له من صيامه إلا الجوع ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر
“Betapa banyak orang yang puasa,
akan tetapi tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar saja, dan betapa
banyak orang yang berdiri (Salat) akan tetapi tidak mendapat apa-apa kecuali
rasa capeknya saja.” (Hadis Hasan Sahih Riwayat Ibnu Majah, Nasa’i, Ahmad dan
yang lainnya)
Maka sebelum bulan Ramadhan tiba
marilah kita siapkan diri untuk bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan
maksimal dan semoga menjadi pribadi Takwa sesuai dengan tujuan puasa itu
sendiri. Ada 4 hal yang perlu untuk dipersiapkan dalam menyambut bulan suci
Ramadhan. Berikut ulasan singkatnya :
Hal pertama yang perlu dipersiapkan
adalah Ruhiyah. Persiapan ruhiyah yang kita perlukan adalah dengan cara
membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas.
Pengokohan aqidah adalah pondasi utama dalam persiapan ruhiyah ini. Tanpa
aqidah yang benar, bisa jadi seseorang justru terjatuh dalam syirik. Dan
kesyirikan selamanya takkan berbuah keikhlasan. Aqidah yang benar adalah kuncinya.
Karenanya salah satu surat di dalam Al-Qur’an yang kesemuanya membahas tentang
aqidah dinamakan surat Al-Ikhlas. Membersihkan hati atau tazkiyatun nafs
juga hal yang urgen dilakukan dalam menyambut bulan Ramadhan ini. Allah SWT
dalam firmannya di QS. Asy-Syams : 9 menegaskan bahwa membersihkan hati (tazkiyatun
nafs) itu sangat penting “Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan
jiwanya.” (QS. Asy-Syams : 9)
Maka lakukan evaluasi diri (muhasabah)
apakah penyakit aqidah masih menjangkiti diri kita. Selanjutnya kita ber-mujahadah untuk menghilangkan
penyakit-penyakit itu. Saat-saat keikhlasan bersenyawa dalam diri kita
sepanjang Ramadhan merupakan saat-saat terbaik yang akan menjamin kita
memperoleh ampunan Allah SWT.
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Barang siapa yang berpuasa karena iman dan mengharap
perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq
‘Alaih)
Dan mestinya dalam menyambut
Ramadhan dengan berbagai kesyirikan (maaf: terkadang dengan dalih budaya) harus
ditinggalkan. Berani katakan TIDAK untuk kegiatan-kegiatan menyambut
Ramadhan yang tidak pernah di tuntunkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.
Kedua adalah Fikriyah. Kunci
amal adalah Ilmu. Dan mengaji (Baca : mempelajari ilmu agama) adalah
sarana beramal mencari ilmu. Sebelum Ramadhan tiba, kita harus membekali diri
dengan ilmu agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang
kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan rukun puasa, hal-hal
yang membatalkan puasa, serta sunah-sunah puasa. Juga salat tarawih, I’tikaf,
zakat, dan sebagainya.
Berlalu masa setahun, sering kali
diri ini lupa akan materi-materi seputar Ramadhan, dan sebagai orang beriman
wajib untuk “tidak bosan” mengulangi pelajaran-pelajaran seputar bulan puasa.
Karena pada dasarnya hal itu akan menguatkan keimanan bagi orang yang berhati
bersih.
Inilah rahasia mengapa Imam Bukhari
membuat bab khusus dalam Sahihnya dengan judul Al-Ilmu Qabla Al-Qaul wa
Al-Amal (Ilmu sebelum Ucapan dan Amal). Tanpa ilmu bagaimana kita bisa
beramal selama bulan Ramadhan dengan benar? Pemahaman ilmu syar’i ini juga merupakan tanda kebaikan yang dikehendaki Allah
terhadap seseorang. Karenanya Rasulullah SAW bersabda :
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka
ia dipahamkan tentang (ilmu) agama (Muttafaq ‘Alaih).
Ketiga adalah jasadiyah.
Ramadhan membutuhkan persiapan fisik yang sehat. Tanpa persiapan memadai kita
bisa terkaget-kaget bahkan ibadah kita tidak bisa berjalan dengan normal. Ini
karena Ramadhan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan
sebelumnya. Kita diharapkan tetap PRODUKTIF dengan kegiatan kita masing-masing
meskipun dalam kondisi berpuasa. Dan jauh dari sifat kemalasan, apalagi dengan
mengambinghitamkan puasa. Kita juga akan melakukan ibadah dalam porsi yang
lebih lama dari sebelumnya. Salat tarawih, misalnya. Karenanya kita perlu
mempersiapkan jasadiyah kita dengan berolah raga secara teratur, menjaga
kesehatan badan, dan kebersihan lingkungan. Di sini, logika akal bertemu dengan
keutamaan syar’i dalam hadis nabi :
المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah
daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
Bagi yang ditakdirkan sakit ketika
bulan Ramadhan tidak perlu berkecil hati, tetap berusaha dengan maksimal. Allah
SWT selalu melihat PROSES hamba-Nya yang sedang mengoptimalkan diri dalam
menjalankan perintah-Nya bukan melihat hasil dari perbuatan hamba-Nya.
Terakhir adalah persiapan maliyah. Persiapan
maliyah yang diperlukan dalam menyambut bulan Ramadhan BUKANLAH untuk membeli
baju baru, menyediakan kue-kue lezat untuk Idul Fitri, sibuk mencari bekal
oleh-oleh mudik dan lain-lain. Kita justru memerlukan sejumlah dana untuk
memperbanyak infak, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu
orang yang membutuhkan. Tentu saja ini berlaku bagi yang mampu.
Rasulullah SAW telah mencontohkan
bahwa beliau begitu dermawan di hari-hari biasa, dan bertambah SANGAT dermawan
di bulan Ramadhan mengalahkan angin yang berhembus.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ
النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ
، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
، فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ
الْمُرْسَلَةِ
Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati,
lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada
setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Maka sifat murah hati
Rasulullah melebihi hembusan angin (HR. Bukhari)
Kedermawanan Rasulullah SAW
bertambah hebat ketika bulan Ramadhan. Ini mengajarkan kepada umat beliau bahwa
Ramadhan sebagai bulan di mana kita harus back on the right track. Karena
dalam bulan ini Allah SWT melipatgandakan kebaikan yang biasa dilakukan,
menguatkan diri dalam perjuangan dakwah, bertobat dari kesalahan dan
menggantinya dengan kebaikan-kebaikan. Mari kita mulai dari diri ini, keluarga
dan sekitar. InsyaAllah cita-cita
meraih Takwa bisa dicapai. Karena tujuan dari puasa adalah menjadikan manusia
itu menjadi bertakwa kepada Allah SWT. “Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah : 183)
Walaupun kurang sak-nil bulan
Ramadhan tiba, bisa jadi kita tidak bisa bertemu dengan Ramadhan, karena usia
adalah rahasia Allah. Maka lakukan yang terbaik! Saat ini juga. Mari perkuat Ukhuwwah dan Istiqomah dalam Amal Saleh kita.
Saturday, July 28, 2012
Tips: Sehat dan Bugar Selama Bulan Ramadhan
Niat puasa
Motivasi yang kuat untuk berpuasa menyebabkan fisik kita siap untuk menghadapi sesuatu yang diakibatkan oleh puasa tersebut. Diketahui bahwa kadar asam lambung orang yang niat puasa lebih rendah dari orang yang kelaparan. Hal ini karena niat(motivasi) puasa menyebabkan penekanan pusat lapar di otak sehingga kita siap menahan lapar sampai waktu berbuka.
Tetap makan sahur
Makan sahur penting bagi kita untuk memperoleh cadangan energi dalam melakukan aktifitas keseharian. Bila tidak sahur seseorang akan mudah menjadi hipoglikimia dimana kadar gula dalam darah turun. Hal ini menyebabkan tubuh cepat menjadi lesu, loyo dan mengantuk, bahkan mudah marah.
Hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula saat sahur
Makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula akan memacu tubuh memproduksi insulin untuk segera menetralkan kadar gula dalam darah. Akibatnya rasa lapar akan cepat timbul dan badanpun menjadi cepat lemas dan lesu. Perbanyak makanan yang mengandung protein tinggi karena protein akan diolah lebih lambat disbanding jenis makanan lain.
Motivasi yang kuat untuk berpuasa menyebabkan fisik kita siap untuk menghadapi sesuatu yang diakibatkan oleh puasa tersebut. Diketahui bahwa kadar asam lambung orang yang niat puasa lebih rendah dari orang yang kelaparan. Hal ini karena niat(motivasi) puasa menyebabkan penekanan pusat lapar di otak sehingga kita siap menahan lapar sampai waktu berbuka.
Tetap makan sahur
Makan sahur penting bagi kita untuk memperoleh cadangan energi dalam melakukan aktifitas keseharian. Bila tidak sahur seseorang akan mudah menjadi hipoglikimia dimana kadar gula dalam darah turun. Hal ini menyebabkan tubuh cepat menjadi lesu, loyo dan mengantuk, bahkan mudah marah.
Hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula saat sahur
Makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula akan memacu tubuh memproduksi insulin untuk segera menetralkan kadar gula dalam darah. Akibatnya rasa lapar akan cepat timbul dan badanpun menjadi cepat lemas dan lesu. Perbanyak makanan yang mengandung protein tinggi karena protein akan diolah lebih lambat disbanding jenis makanan lain.
Thursday, July 26, 2012
Jangan Lupa, Perbarui Taubat!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”[6]
Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan. Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah ta'ala berfirman, “Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31).
Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan. Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah ta'ala berfirman, “Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31).
Friday, July 20, 2012
Marhaban Ya Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan, tak terasa tamu istimewa bagi seluruh umat islam telah tiba. Tamu itu tak lain dan tak bukan adalah Bulan Ramadhan, Bulan yang didalamnya penuh rahmat dan ampunan. Maka sudah sepantasnya kita menyambutnya dengan istimewa pula.
Sebagai umat muslim, kita harus bersyukur dengan dipertemukannya kembali dengan bulan ini. Karena ini tandanya Allah masih memberikan kepada kita Kesempatan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan di Bulan ramadhan ini. Maka Marilah kita tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita dalam rangka menyambut tamu istimewa ini.
Sebagai umat muslim, kita harus bersyukur dengan dipertemukannya kembali dengan bulan ini. Karena ini tandanya Allah masih memberikan kepada kita Kesempatan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan di Bulan ramadhan ini. Maka Marilah kita tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita dalam rangka menyambut tamu istimewa ini.
Monday, August 29, 2011
SKI On The Road 2011 (Sebuah Cara Untuk Berbagi Dengan Sesama)
Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan penuh kemuliaan ini, bulan Ramadhan adalah bulan ibadah, sudah seharusnya setiap detik kita isi dengan ibadah sehingga setelah Ramadhan kita benar - benar kembali ke fitrah. Ibadah puasa menjadi salah satu sarana untuk merekatkan jalinan persaudaraan diantara umat. Pada bulan Ramadan inilah saatnya kita menunjukan solidaritas terhadap mereka, saudara kita. Rasulullah Bersabda :“Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (HR Bukhari dan Muslim)
Friday, August 12, 2011
Hikmah Ramadhan Hari ke- 11
Assalamualaikum
Beberapa hari tak menulis Posting tentang hikmah, bukan berarti tak ada hikmah,, selalu akan ada hikmah jika kita mau melihatnya.
Bismillahirohmanirrohim
Kemarin hari Rabu(10/08) ada Tarawih Kampus di rektorat, tarawih berjama'ah di gedung rektorat yang dihadiri sejumlah pejabat pendidikan dari berbagai fakultas, mahasiswa dan tamu undangan.
Sunday, August 07, 2011
Hikmah Ramadhan Hari Ketujuh
Assalamualaikum
Fokus, konsisten dan tekun adalah sifat-sifat yang sudah dengan pasti ingin kita semua miliki, ingin kita terus miliki sehingga nantinya kita menjadi insan yang akan terus menjadi lebih baik setiap waktunya. Tapi apa kenyataanya kita tak bisa memungkiri, kita manusia biasa, akan ada fase dimana kitasedang turun, sedang futur, sedang kurang fokus, konsisten atau tekun.
Saturday, August 06, 2011
Hikmah Ramadhan Hari Keenam
Assalamualaikum
Sekali lagi dikesempatan ini kami ingin berbagi, berbagi yang semoga bisa menjadi arti untuk berubah lebih baik. Mengenai tradisi Buka Bersama, buka bersama yang sebenarnya mempunyai arti kebersamaan dan berbagi, bersama dengan sesama muslim dan berbagi untuk mereka yang tak mampu. Sehingga puasa jadi lebih sempurna dan barokah.
Thursday, August 04, 2011
Hikmah Ramadhan Hari Keempat
Assalamualaikum
..yang tidur sepenuh kelopak mata, makan seluas mulut, tertawa selebar bibir, dan menggunakan waktu untuk bermain dan kesia-siaan, mustahil termasuk orang-orang yang menang {Hasan Al-Banna}
Hari ini kalimat diatas lah yang menjadi perhatian sang penulis. tak sengaja membaca dalam artikel seorang saudara mengenai Hasan Al-Banna.
kalimat yang dalam yang bisa menyindir atau memperingatkan kita semua tentang apa yang telah kita lakukan selama 4 kali puasa di bulan suci ini.



