Monday, February 13, 2012

Hari Valentine, Hari Kasih Sayang atau Hari Pembodohan Bagi Umat Manusia?

2 comments
Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk pada kita dalam menjalani hidup di dunia ini. Salah satu petunjuk bagi umat manusia tersebut adalah :
وَٱلْعَصْرِ
Demi masa
.إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
Maka sebagai umat manusia yang tidak menginginkan kerugian dalam menjalani kehidupan ini,maka kita harus senantiasa berusaha menjadi hamba hambaNya yang BERIMAN,dan senantiasa beramal Shaleh. selain itu kita tidak berpikir kepada kepentingan diri sendiri semata, tetapi juga punya kepedulian terhadap orang lain.

Sunday, February 05, 2012

Tertawa dan Menangis

0 comments
oleh Ustadz Abu Ridha

"Orang yang melakukan dosa dalam keadaan tertawa akan dijebloskan ke dalam Neraka dalam keadaan menangis dan orang yang melakukan ketaatan dalam keadaan menangis akan dimasukkanoleh Allah ke Surga dalam keadaan tertawa."—(Ahli Zuhud)

Saturday, February 04, 2012

Mahabbatullah

0 comments
Oleh Drs. Ahmad Yani, Ketua LPPD Khairu Ummah
Ketika manusia telah menjadikan Allah swt sebagai Tuhannya, maka salah satu yang harus ditunjukkannya adalah mencintai-Nya melebihi kecintaan kepada apapun dan siapapun juga. Karena itu, kecintaan yang sama antara cinta kepada Allah dengan selain Allah tidak bisa dibenarkan dalam pandangan iman, Allah swt berfirman:
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS 2:165).

Sunday, January 29, 2012

Kenapa Kita Menganut Agama Islam?

2 comments
Setidaknya ada sepuluh alasan mengapa kita menganut agama Islam. Kesepuluh alasan tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama, karena kita ingin hidup di dalam naungan ridha Allah سبحانه و تعالى . Sedangkan Allah سبحانه و تعالى telah menegaskan di dalam Kitab-Nya bahwa satu-satunya agama yaitu jalan hidup yang diridhai-Nya hanyalah agama Islam. Tidak ada seorangpun Muslim yang pernah membaca ayat di bawah ini kecuali pasti akan menjadikan Islam sebagai satu-satunya pilihan agama yang ia anut. Karena Allah سبحانه و تعالى hanya meridhai atau melegalisir agama Islam, bukan agama selain Islam.

Wednesday, January 25, 2012

Berbakti kepada Orang Tua

0 comments
Beberapa hal berikut, adalah langkah-langkah dan tindakan praktis yang memang sudah ’seharusnya’ kita lakukan, bila kita ingin disebut ‘telah berbuat baik’ kepada orang tua:
 
1. Bersikaplah secara baik, pergauli mereka dengan cara yang baik pula, yakni dalam berkata-kata, berbuat, memberi sesuatu, meminta sesuatu atau melarang orang tua melakukan suatu hal tertentu.

2. Jangan mengungkapkan kekecewaan atau kekesalan, meski hanya sekadar dengan ucapan ‘uh’. Sebaliknya, bersikaplah rendah hati, dan jangan angkuh.

Tuesday, January 17, 2012

Mentalitas Da'i dalam Menghadapi Ujian Dakwah

0 comments

http://farm3.static.flickr.com/2063/2186010167_a4fa8ed383.jpg
Dakwah adalah jalan suci para Nabi dan Rasul yang tak pernah sepi dari ujian.Sepeninggal mereka, Alloh SWT telah menyiapkan para kader penerus dakwah dengan melahirkan para Da'i disetiap generasi hingga hari kiamat, tak pernah berubah dan memang itulah sunnahnya dakwah, akan selalu menghadapi berbagai rintangan dan halangan. Para da'i dari masa kemasa akan terus menghadapi berbagai fitnah yang bertujuan menghentikan langkah dakwah mereka, ingatlah pernyataan Rasululloh saat orang-orang quraisy meminta beliau SAW untuk meninggalkan dakwahnya.

Sunday, January 01, 2012

Akhirnya Pemuka Gereja Ortodoks Rusia Memilih Jadi Muslim

0 comments
Dr. Viacheslav Polosin adalah lulusan Universitas Moskow, Fakultas Filsafat, jurusan sosiologi, tahun 1978.
seorang pater yang masuk dalam jajaran pejabat tinggi di Gereja Ortodoks Rusia. Pria kelahiran Moskow, 26 Juni 1956 mulai bekerja untuk Gereja Ortodoks pada tahun 1980 sebaga seorang “Reader” (orang yang bertanggung jawab untuk membacakan kutipan-kutipan kitab suci dalam peribadatan).
Ia kemudian belajar teologi di sebuah seminari di Moskow. Setelah lulus dari seminari tahun 1983, Polosin ditunjuk sebagai diaken (mengerjakan tugas-tugas pelayananan gereja), lalu diangkat menjadi pater.
Polosin bertugas menjadi pater di sejumlah paroki di kawasan Asia Tengah sampai tahun 1985. Ia pernah menjadi kepala gereja di kota Dushanbe, tapi kemudian dideportasi dari wilayah itu oleh otorita pemerintahan Soviet atas tuduhan membangkang pemerintahan komunis Soviet. Polosin lalu bekerja sebagai penerjemah paruh waktu di departemen penerbitan Kantor Keuskupan di Moskow.
Juni 1988, ketika penindasan terhadap agama oleh pemerintah Soviet mulai reda, Polosin kembali menjadi pendeta di sebuah gereja baru yang nyaris roboh di kota Obninsk, wilayah Kaluzhsky, hingga ia dipromosikan menjadi imam agung pada tahun 1990.
Perjalanan karir Polosin sebagai pemuka agama semakin mulus. Pada bulan Maret 1990, Polosin terpilih sebagai deputi dan anggota Mahkamah Soviet Federasi Rusia, mewakili wilayah Kaluzhsky. Di Mahkamah itu, Polosin menjadi ketua bidang kebebasan beragama hingga tahun 1993. Semasa jabatannya, Polosin berperan dalam pembuatan undang-undang “Kebebasan Beragama”.
Sejak tahun 1990, Polosin ikut serta dalam pendirian gerakan Kristen Demokratik di Rusia. Ia sendiri duduk sebagai salah satu pengurus di gerakan tersebut sampai tahun 1993. Pada saat yang sama, Polosin menyelesaikan studinya di Akademi Diplomatik Kementerian Luar Negeri Rusia dan mendapat gelar MA untuk bidang ilmu politik.
Aktif berpolitik, Polosin sudah meninggalkan kegiatan gereja sejak tahun 1991 dengan alasan sulit baginya untuk membagi waktu antara aktivitasnya di bidang politik dan agama. Setelah Mahkamah Soviet dibubarkan tahun 1993, Polosin menolak tawaran untuk kembali berkegiatan di gereja sebagai pendeta. Ia lebih memilih menjadi konsultan paruh waktu bagi Departemen Hubungan Internal Gereja, menjadi penasehat untuk pemerintahan negara bagian Duma yang tergabung dalam Komite Asosiasi Publik dan Organisasi Keagamaan.
Tahun 1999, Polosin meraih gelar setara dengan PhD setelah berhasil memperhankan thesisnya berjudul “Dialectics of a Myth and Political Myth Creation”. Setelah itu, Polosin banyak menulis artikel bertema keagamaan dan isu-isu agama-politik.
Salah satu buku karyanya adalah “Myth. Religion. State” yang mengupas tentang pengaruh mitos penciptaan pada perkembangan politik di masyarakat, serta keuntungan-keuntungan ideologi monoteistik untuk membangun sebuah negara.
Masih di tahun 1999, Polosin membuat pengumuman yang mengejutkan bahwa ia dan istrinya kembali ke monoteisme, kembali pada agama nenek moyangnya, dan memeluk Islam. Ia menggunakan nama islami “Ali” di depan namanya.
Setelah masuk Islam, Polosin terpilih sebagai salah satu ketua “Refakh” sebuah gerakan sosial dan politik komunitas Muslim di Rusia. Ia juga menjadi pemimpin redaksi “Muslim Newspaper” yang diterbitkan pada tahun 1999.
Tahun 2003, Polosin terpilih sebagai presiden Persatuan Wartawan Muslim di Rusia, serta menjadi penasehat di Dewan Mufti Rusia.

source: http://answering.wordpress.com/2011/12/28/akhirnya-pemuka-gereja-ortodoks-rusia-inimemilih-jadi-muslim/