Monday, December 12, 2011

Proses Tumbuhnya Benih

0 comments
Oleh Dr. Mohamad Daudah

Proses penumbuhan termasuk proses kehidupan yang terjadi di muka bumi ini, dan ia merupakan sebagian dari bukti akan kekuasaan Ilahi di alam semesta. Seandainya tidak ada proses penumbuhan, maka tidak ada tumbuh-tumbuhan di dunia. Seandainya tidak ada tumbuh-tumbuhan di bumi, maka tidak ada klorofil. Dan seandainya tidak ada klorofil, maka tidak ada kehidupan di bumi.

Allah berfirman, ‘Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).’ (an-Naml: 60)

Ayat ini termasuk ayat mukjizat tentang tumbuh-tumbuhan di dalam al-Qur’an.
 
Ayat ini mengaitkan antara air dan proses penumbuhan, karena air merupakan syarat utama dan pokok dari proses penumbuhan. Terkadang benih atau biji berdiam di tanah selama bertahun-tahun tanpa tumbuh dan tidak bergerak, sampai air turun padanya, lalu mulailah proses yang mengagumkan dan sarat mukjizat, yaitu proses penumbuhan. Anak-anak kita sering meletakkan biji atau benih di atas kapas basah, tetapi mereka tidak tahu bahwa mereka sedang melakukan salah satu proses kehidupan paling rumit di dunia tumbuhan dan kimia kehidupan. Proses ini digunakan Allah untuk menantang orang yang menyekutukan-Nya, agar mereka melakukan hal serupa tanpa melalui sarana-sarana Allah menciptakan segala sesuatu yang hidup, seperti janin dan air.

Ketika air menetesi benih atau biji, maka ia menyerap air dengan daya serap dan tekanan osmotik. Rumus-rumus air pada tumbuhan itu memiliki hukum matematika tersendiri yang rumit dan meletihkan kita untuk memahaminya melalui berbagai kajian, dan yang masih meletihkan para mahasiswa saat diberi penjelasan mengenainya.

Perhatikan kekuatan yang diletakkan Allah pada selaput biji atau kulit benih. Seandainya selaput itu tidak tembus air, maka air tidak sampai kepada janin di dalam biji atau benih, sehingga gagal-lah proses penumbuhan.

Sebagian benih memang memiliki kulit (sepatut benih) yang keras dan tidak tembus air secara sempurna (yaitu benih pohon jarak). Tetapi, Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan baik itu membekali benih ini dengan lobang di bagian atas benih. Lobang ini dikelilingi dengan unsur spon yang menyerap air, yang disebut Caruncle, sehingga air dapat tembus melalui lobang tersebut dan sampai ke janin.

Apakah unsur spon ini tercipta secara kebetulan, bukan ciptaan Khaliq yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal? Ataukah ia diciptakan tanpa kekuatan dan kesadaran seperti klaim para pengatur teori Darwin dan orang-orang muslim Artikelalis yang tidak menyembah Allah dengan sebenar-benarnya penyembahan: ‘Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.’ (al-Hajj: 74)

Ketika air masuk ke benih atau biji, maka terjadilah perubahan-perubahan fisika dimana biji mengembang dan bertambah ukurannya akibat daya serap tersebut, sehingga ia merobek selaputnya. Dan pada waktu yang sama terjadi proses-proses kimiawi yang besar, dimana janin mulai mengeluarkan enzim-enzim pengurai Artikel-Artikel nutrisi yang tersimpan di dalam benih dan biji tersebut. Lalu ia mengubahnya—dari Artikel-Artikel yang kompleks susunannya, besar volumenya, tidak bisa menembus sel-sel janin, dan janin tidak bisa mendayagunakannya—menjadi Artikel yang sederhana susunannya, kecil partikel-partikelnya, bisa menembus melalui selaput dan dinding sel, sehingga janin bisa menyerap makanannya.

Gambar di atas adalah irisan benih, tampak lobang pada benih atau yang disebut Caruncle.

Yang mengagumkan adalah jenis enzim itu sesuai dengan jenis nutrisi yang tersimpan di dalamnya. Enzim-enzim ini mengurai sebagian Artikel yang sangat keras, seperti yang ada pada buah pohon doum yang sebagian dari kita mengolahnya menjadi pakaian yang keras. Enzim-enzim itu mengubahnya menjadi Artikel-Artikel yang lunak dan lembut seperti susu, manis rasanya, mudah dicerna dan diserap.

Proses-proses tersebut berlangsung dalam suhu 25-35 derajat celcius. Apabila kita ingin melakukan proses yang sama di laboratorium, maka kita membutuhkan beberapa bak air panas, asam pembakar dan pengurai. Kita juga membutuhkan beberapa alat pendingin, alat konsentrat, dan alat pengukur suhu yang tepat, serta para arsitek, ilmuwan, dan seniman yang jumlahnya lebih dari ratusan orang. Kita juga membutuhkan pabrik-pabrik yang sangat bising, mengeluarkan asap yang tinggi, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, serta membutuhkan modal yang sangat besar.

Proses ini terjadi dengan sangat tenang, di dalam benih yang diletakkan anak kecil di atas sepotong kapas yang dibasahi. Proses-proses yang rumit ini berlangsung di kebun yang sederhana, yang tidak mengenal equasi kimia, laboratorium, dan penelitian.

Siapakah yang berbuat demikian? Adakah tuhan selain Allah? Apakah itu alam, seperti pernyataan kaum Artikelalis sekuler. Sesungguhnya orang yang meyakini dan menyatakan hal demikian itu tidak berbeda pemikirannya dari mereka yang naif dan bodoh.

Mereka tidak berbeda dari orang yang mengatakan saat terjadi gempa, ‘Kerbau yang memikul bumi di atas salah satu tanduknya memindahkan beban ke tanduk yang satu karena capek.’

Proses kehidupan yang mengagumkan itu memulai pembelahan sel dan kromosom, menganyam jaringan dan membangun dinding. Keluar suhu panas, kehidupan berdenyut, hormon terbentuk, vitamin bekerja, organ tumbuh keluar, akar menghujam ke tanah, batang tumbuh ke atas, tangkai, daun, bunga, dan buah bermunculan, serta jutaan proses kehidupan lain yang sarat mukjizat.

Gambar menjelaskan proses pembelahan sel pada tumbuhan dengan kuasa Allah.

Proses kehidupan yang mengagumkan itu memulai pembelahan sel dan kromosom, menganyam jaringan dan membangun dinding. Suhu panas terpancar, kehidupan berdenyut, hormon terbentuk, vitamin bekerja, organ tumbuh keluar, akar menghujam ke tanah, batang tumbuh ke atas, tangkai, daun, bunga, dan buah bermunculan, serta jutaan proses kehidupan lain yang sarat mukjizat.

Siapakah yang membimbing benih-benih kepada perjalanan yang menakjubkan ini? Adakah tuhan selain Allah? Apakah alam yang tidak berkesadaran dan bisa berpikir itu mampu menciptakannya? Maha Benar Allah dalam firman-Nya, ‘Yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya?’ (an-Naml: 60)



Sumber : http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/proses-tumbuhnya-benih.htm

Thursday, December 08, 2011

(download) Seminar Seksologi 2011

0 comments
Materi Seminar Seksologi bersama Dr. Istar Yuliadi, M.Si sudah bisa didownload disini

Thursday, December 01, 2011

Bergerak atau Tergantikan

1 comments

Betapa kuatnya bangunan Islam jika pemuda islam adalah kaum yang terpelajar. Mungkin negeri ini tidak seburuk sekarang dan Negara ini akn menjadi Negara yang pastinya disegani oleh Negara lainnya. Akhir-akhir ini bahkan sampai kiamat nanti kita membutuhkan sosok generasi muda yang luar biasa, generasi yang Tangguh, yang mampu mengahadapi tantangan perubahan zaman yang saat ini sangat memojokkan islam ke tempat yang kelam.

Tetapi hari ini banyak kekecewan yang kita temukan. Pemuda islam saat ini tidak punya taring, melempem,bahkan bukannya menghindar malah terjerumus ke keindahan dunia yang secara jelas hanya tempat persinggahan. Jika kita merasa pemuda Islam seharusnya kita sadar akan ini semuanya,dan pernahkah kita berfikir agar bisa menyatukan pemuda islam untuk menegakkan izzah islam.

Pemuda islam saat ini disibukkan dengan cinta yang tak jelas. Yang hanya mengedepankan hawa nafsu, banyak yang menyalah artikan cinta. Saya Tanya ke temen-temen apa itu cinta? Jangan sampai cinta yang kita punya salah ditempatkan ingat Loh Allah itu pencemburu ketika ada hambanya yang mencintai mahkluk-Nya daripada Allah.

“Cinta tidak hanya Merah Jambu, yang hanya bisa merayu dan cemburu dengan kemaksiatan yang mengharu biru dan terbelenggu ragu. Tetapi cinta juga Merah saga sebuah semangat yang mengelora dan menyala untuk mengubah dunia dikarenakan cinta kepada sang pencipta”

source: here
pic: here

Kalo dulu islam pernah Berjaya . itu karena pendahulu kita mempersiapkan generasi mudanya yang tangguh. Tidak hanya keimanan mereka tapi juga kekuatan fisiknya. Contohnya Ali r.a ketika perang Khaibar, beliau mampu membobol pintu benteng musuh lalu benteng itu digunakan temang untuk melindungi diri ketika menyerang musuh. Setelah perang berakhir dengan kemenangan islam, dibuanglah pintu benteng tersebut. Ketika bebrapa sahabat lainnya ingin meyingkirkan benteng tersebut tidak ada yang kuat bahkan mereka bersama mengangkatnya tetapi tidak ada yang bisa menyingkirkan.
Lihat juga bagaimana Ali r.a ketika dikemukakan sebuah pertanyaan tentang perbedaan harta dan ilmu oleh 10 orang yang mengadu padanya. Dijawablah oleh Ali dengan 10 jawaban yang berbeda-beda. Lalu pulanglah kesepuluh orang tersebut dengan mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Saat tampil keren. Tampil keren bukan dengan penampilan tetapi dengan otak, ingat temen-temen kita merupakan generasi harapan yang pasti akan menjadi penerus perjuangan. Pemuda islam yang hidupnya bukan untuk hari ini doing tetapi untuk masa depan. Pemuda islam yang memecakan masalah bukan yang menjadi biang masalah.
Oleh karena itu bagi kamu yang masih sekolah dan belum kuliah da mempunya peluang kuliah niatkan hanya untuk Allah serta ilmu yang kita punya untuk menegakkan izzah islam. Banyak pemuda Islam saat ini ketika sekolah atau kuliah bukan mencari ilmu tetapi mencari nilai. Ingat nilai tidak seberapa tetapi klo ilmu itu pasti berguna.
Nach ga juga keren di otak juga tetapi harus keren di iman, keren di hadapan Allah karena ketakwaan, karena pemuda saat ini susah klo di ajak ngaji. Ayo sekarang bergerak untuk belajar islam jangan kalah sama orang eropa yang saat ini getol banged belajar islam. Ketika kita ngaji insya Allah iman kita akan kuat. Nich cirri iman yang kuat
-Istiqomah dalam islam : ga pernah mau pindah agama, bangga dengan kerna menjadi pemuda islam

-Bagi-Nya Allah-Lah yang tertinggi : cinta hanya kepada Allah, tidak pernah mau
membagi cinta dan sayang-Nya kepada Makhluk Allah yang bukan muhrimnya.. Insya Allah anda akan menjadi manusia yang hebat bukan manusia pembuat masalah

-Keindahan dunia tidak membuatnya silau : ia tidak pernah memperdulikan kesenangan dunia baginya kesenangan akhirat yang abadi

-Tak pernah ragu tuk berkorban hanya untuk Allah

-Selalu menjalankan yang makhruf dan mencegah yang mungkar

Untuk itu wahai pemuda mari kita bangkit untuk bisa menjadi generasi harapan yang bisa mengubah dunia menjadi yang di inginkan Allah dan Rasul-Nya. Karena perubahan itu ada di tangan pemuda, karena ketika pemudanya menjadi biang masalah perubahan tak akan pernah terjadi tetapi ketika pemudanya menjadi pemecah masalah insya Allah perubahan itu ada

(download) Mini Majalah Tazkia edisi 2011

2 comments

Ebook Minimagz Tazkia 2011 sudah terbit dan bisa di download di sini

Monday, November 21, 2011

Seminar Seksologi

0 comments

Saturday, November 05, 2011

Hakikat Kurban

1 comments
Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar, Walillahil hamd. Dibaca berulang-ulang oleh jamaah haji, sesudah wuquf di Arafah. Kalimat ini juga, dianjurkan di baca oleh kaum muslimin, dimana saja berada. Sejak hari pertama ‘Id, sampai “ayyam al- tasyrik”, (hari penyembelihan).

Allahu Akbar, artinya hanya Allah Yang Maha Besar. Walillahil hamd, artinya, hanya kepada Allah, yang patut segala pujian.

Kebesaran atau pujian kepada sesama manusia, terkadang hanya semu. Manusia dipuji dan dibesarkan selama ini, jika ia masih menyandang jabatan dan berkuasa. Hari ini ia jadi pahlawan ,besok ia bisa berubah jadi pengkhianat. Contohnya, telah banyak di lihat di negeri ini. Orde lama,baru dan reformasi.

Qurban yang berarti mendekatkan diri kepada Allah, ialah bersedia mengorbankan, apa saja yang ada, untuk membuktikan ketaatan kepada al-Khaliq, tempat segala pujian. Bukan hanya dilafazkan melalui lisan. Tapi dibuktikan dalam perbuatan.

Apa itu hakikat Qurban ?Hakikat yang terlindung di balik perintah Qurban, amat banyak. Diantaranya, memanusiakan manusia (Sipakatau), yang selama ini di injak-injak oleh sesama manusia sendiri. Dulu dizaman Mesir kuno, manusia yang tergolong perempuan cantik, sengaja dikorbankan sebagai sesajen, kepada Dewa Nil. Di ceburkan ke dalam sungai, setiap tahun, agar sungai Nil tidak meluap atau mengorbankan manusia dan harta yang lebih banyak.

Demikian perbudakan dan jual beli perempuan di pasar, adalah perdagangan yang mengasyikkan , di zaman Jahiliyah. Namun, dizaman Jahiliyah modern sekarang ini, jual beli perempuan secara abstrak, juga masih berjalan. Di bar-bar dalam negeri dan mancanegara. Pembunuhan melalui jarum suntik HIV/AIDS dan Narkoba, juga memangsa manusia, secara berencana. Pokoknya, mengorbankan manusia, dalam bentuk ritual dan pemuasan nafsu seks, berlangsung dari masa ke masa.

Semuanya itu, sekarang sudah sewajarnya kita hentikan ! Kita manusiakan manusia (sipakatau), karena Tuhan sendiri telah dimuliakannya.

Qurban dengan hewan:Kalau dahulu pengorbanan itu dengan manusia, maka kehadiran ajaran qurban dalam Islam, tujuannya memberhentikan pengorbanan manusia. Pengorbanan manusia diganti menjadi pengorbanan hewan saja. Manusia terlalu mulia untuk dikorbankan. Alquran mengakuinya ”Walaqad karramna Bani Adam “ ( Sesungguhnya Kami (Allah) telah muliakan anakcucu Adam )(QS. 17:7O)

Ketika Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih anaknya( Ismail), ia betul-betul membuktikannya dalam kenyataan, setelah lebih dahulu dirundingkan dengan anak yang akan dikorbankan. Tetapi, ketika pedang yang mengkilat mulai beraksi, tiba-tiba Ismail yang disembelih, digantikan dengan seekor domba. Diabadikan Alquran dengan kalimat “ Wa fadaynahu bi zibhin ‘azhym “ ( Maka Kami gantikan dengan sembelihan (domba) yang besar ) (QS.37 :17O).

Menurut sebagian Mufassir, ayat tersebut bermakna, bahwa kehadiran Ibrahim di pentas kehidupan, merupakan solusi terhadap alternatif yang diperselisihkan, apakah masih relevan dilanjutkan tradisi ritual pengorbanan manusia, atau tidak. Melalui Ibrahim secara amaliah, pengukuhan larangan sesajen manusia, harus di akhiri. Nilai manusia tinggi.

Nilai Taqwa :Penilaian terhadap penyembelihan hewan, diabadikan Alquran :“ Bukanlah daging dan darahnya yang diperlukan ( dalam penyembelihan ),tetapi nilai taqwa yang terlindung di dalamnya “ (QS.22:37).

Artinya, takwa yang bermakna melaksanakan perintah dengan ikhlas, bagaimanapun beratnya, itulah yang menjadi penilaian Allah. Anak satu-satunya yang sangat dicintainya, tergeser dengan sendirinya dibandingkan kecintaan kepada Allah, Pemberi segalanya.

Sebab itu, hikmah Idul Adha ( Qurban ), dapat dilihat pada pidato singkat Nabi SAW pada haji wada’ ( perpisahan ) : “ Al-yauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu ‘alaykum nikmati. “ ( Aku telah sempurnakan agama bagimu dan Kucukupkan nikmatku)(Al-Maidah 3). Selanjutnya nilai kemanusiaan yang universal, digambarkan dalam sabdanya yang intinya ditekankan pada :

(l) Persamaan. Antara seseorang dengan lain adalah sama. Tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain, antara orang Arab dan ‘Ajam ( Asing ).

(2) Keharusan memelihara manusia. Jiwa, harta dan kehormatan orang lain, harus dijaga.

(3)Larangan melakukan kezaliman,penindasan dan pemerasan terhadap kaum lemah, baik bidang ekonomi, sosial, politik dan budaya.

“Tiga Deklarasi” esensil tersebut, tercermin dalam ajaran yang halus dan hakiki. Betapa perlunya memanusiakan manusia, yang nanti seribu tahun kemudian, barulah dikomandangkan penggemar “Hak Azasi Manusia” oleh Barat, dan ia sendiri yang selalu menginjak-injaknya. Itu sebabnya, ketika kita berqurban menyembelih hewan, motivasi yang terlindung dibalik sembelihan, agar kita sembelih sifat-sifat kehewanan yang mondok dalam diri setiap orang. Kita sembelih dan bumihanguskan, segala sifat hewani, misalnya sifat Serigala, yang melambangkan kekejaman dan penindasan. Kita sembelih sifat Tikus, yang melambangkan kelicikan dan korupsi. Dan kita sembelih sifat Domba, yang melambangkan perhambaan kepada benda dan manusia.

Sebab itu, perintah berqurban adalah kebutuhan primer setiap manusia, agar hidup ini tidak terkontaminasi sifat hewan. Bahkan, kita butuhkan agar lestari, seimbang dan harmoni dalam fithrah (suci). Suatu kekeliruan besar, jika seseorang, hanya mampu mencicil kendaraan atau rumah atau mendemonstrasikan gensi dalam perkawinan keluarga, lalu tidak mampu menunjukkan kemampuan berqurban sekali setahun.

Alquran dengan tegas menyatakan : “ Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu nikmat yang banyak, maka lakukanlah salat untuk Tuhanmu dan berqurbanlah “ (QS. Al-Kausar l-2)
Ayat tersebut diperkuat ancaman isolatif dari NabiSAW terhadap mereka yang enggan melakukan qurban, yaitu : “ Barangsiapa yang mempunyai kesempatan (mampu berqurban), lalu tidak melakukannya, maka janganlah ia mendekati tempat kami salat. “ (H.R.Muslim). Artinya, sudah di cap diluar ummatnya.

Akhirnya, untuk membuktikan nilai takwa dan kemanusiaan yang terlindung didalam jiwa kita, yang maka tiada lain kecuali kita harus kobarkan revitalisasi kemanusiaan, yang sudah mulai redup. Karena kita sudah berhasil ber -fitrah dengan beras pada ‘Id Ramadhan, maka sekarang, kita lengkapi dengan ber-qurban daging hewan, pada ‘Id haji. Menurut Nabi SAW “Apa yang kamu makan habis ke belakang, apa yang kamu pakai, habis terkubur ke dalam tanah, dan hanya yang kamu berikan kepada saudaramu (yang miskin), itulah yang abadi.(HR.Muslim). Semoga Allah tetap memberikan taufik untuk berqurban.(Amin).

source : here
pict source : here

Wednesday, November 02, 2011

Sholatmu Mencegah Perbuatan Keji Dan Mungkar??

0 comments
sholat

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS Al-Ankabut (29) : 45
Sedikit ingin membahas ayat diatas dan semoga Allah menjaga saya dari pemahaman yang salah. Dari ayat diatas dikatakan bahwa fungsi sholat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Namun banyak pertanyaan dan kenyataan yang ada bahwa begitu banyak orang yang sholat tapi ternyata tetap saja melakukan kekejian dan kemungkaran. Istilah kerennya STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan), apa ada yang salah dengan sholatnya?? Mari kita membahasnya dengan sedikit analogi.
Ketika ada orang yang menjadi tersangka dalam suatu kasus dan orang tersebut tidak ditahan, maka orang tersebut pasti dikenakan wajib lapor yang waktunya ditentukan oleh pihak kepolisian. Wajib lapor ini bertujuan agar tersangka tidak lari dan sekaligus mengkontrol tersangka agar tidak lagi berbuat kejahatan yang serupa atau kejahatan lainnya. Tersangka yang tidak ingin dan takut ditahan dalam masa penyidikan tentu saja akan mematuhi perintah wajib lapor ini karena bila perintah wajib lapor ini tidak dilakukan maka konsekuensianya adalah tentu saja tersangka akan mengalami penahanan. Adanya pihak kepolisian yang selalu memantau melalui perintah wajib lapor tersebut membuat tersangka takut untuk lari dan takut untuk melakukan kembali kejahatannya.
Sholat sebagai perintah “wajib lapor” yang diberikan Allah kepada manusia pada dasarnya adalah juga untuk memberi kontrol kepada manusia agar selalu ingat kepada Allah dan selalu mengingatkan manusia bahwa setiap saat ada Allah yang selalu mengawasi gerak-gerik mereka. Namun banyak orang yang melakukan sholat dengan motif-motif yang lain, ada yang hanya ingin menggugurkan kewajiban, karena faktor kebiasaan, jadi kalo tidak dilakukan serasa ada yang hilang, atau bahkan hanya karena ingin riya. Motif-motif yang lain inilah yang membuat sholat tidak berfungsi sebagai alat kontrol untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar sehingga orang yang melakukan sholat walau dengan “khusyu” sekalipun maka mereka tetap suka melakukan perbuatan keji dan mungkar. Maka marilah kita sholat dengan motif takut kepada Allah, bila kita takut kepada Allah maka sholat bisa menjadi alat pengingat dan kontrol diri dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Kontrol wajib yang 5 kali dalam sehari tentu akan selalu menjaga kita.
Ya Allah, jadikan hati hamba agar selalu takut kepadaMu. Amin ….