Friday, May 22, 2009

Kajian Kristologi

2 comments

Kajian Kristologi

Kristologi,,,,,apa itu kristologi???? Kristologi adalah nama lain dari ilmu kristiani. Ilmu yang memepelajari tentang ajaran kristiani,,,,mengapa kita memebahas ini,,,,apakah ingin pindah agama??? Bukan,,,ini sebagai ilmu yang berguna untuk membentengi kita dari bahaya besar kristenisasi.

Kristenisasi semakin gencar sekarang ini, kristenisasi bisa di lakukan dalam bentuk apa saja. Oleh karena itu kita sebagai muslim wal muslimah sejati haruslah waspada dengan semua ini,,,,,kita harus waspada dengan gerak-gerik mereka…….

Jangan sampai kita terjerumus ke lembah neraka dikarenakan terjebak dalam pengkristenan laknat ini,,,,,jangan terjebak oleh iming-iming dunia yang kaum nasrani berikan,,,,cinta, harta, wanita yang berasal dari mereka cuma kedok untuk menyesatkan kita.

Alhamdulillah SKI FSSR telah sukses menyelenggarakan kajian kristologi(20/05), sebagai bentuk kepedulian atas bahaya kristenisasi. Kajian yang diisi oleh Dra. Dewi Purnamawati yang lebih dikenal sebagai bu Dewi dari forum Arimatea Solo.

Kajian yang bisa membuat mata kita terbuka tentang nyatanya ancaman dari orang nasrani,,,, QS: Al-Baqoroh ayat 120

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)“

Millah = agama, pola pikir, gaya hidup / lifestyle / budaya

Jadi berhati-hatilah semua saudara-saudara,,,,,,,,,,,,,,,Iman ini harus kau bawa sampe Mati….

Materi kajian Kristologi bisa di download disini,,,,

Semoga ini semua menjadi sesuatu yang berguna...........untuk agama kita................

Tuesday, May 19, 2009

buah dari kejujuran.........

0 comments
BUAH DARI KEJUJURAN

Kejujuran ada bermacam-macam dan bukan hanya satu macam saja. Oleh karena itu merupakan kekeliruan jika ada orang yang berkeyakinan bahwa jujur itu hanya terbatas pada lisan saja. Yang benar adalah kejujuran itu ada dalam ucapan, perbuatan dan segenap keadaan. Imam Ibnul Qayyim berkata, "Orang yang jujur adalah orang yang segala urusannya adalah kejujuran, baik dalam ucapan, perbuatan dan keadaannya.”

Penjelasan secara global dari tiga macam kejujuran ini yaitu:
1. Jujur dalam ucapan ialah lurusnya lisan di dalam berbicara sebagaimana sesuainya ranting dengan batang pohon.

2. Jujur dalam perbuatan yaitu kesesuaian perbuatan dengan perintah dan mutaba'ah (selaras) sebagaimana kesesuaian kepala dengan badan.

3. Jujur dalam keadaan yaitu kesesuaian perbuatan hati dan anggota badan dengan keikhlasan, dengan memanfaat-kan kesempatan dan mencurahkan kemampuan secara maksimal

Dengan ini semua maka seorang hamba akan tergolong sebagai hamba yang jujur dengan sebenarnya. Dengan melaksanakan segala macam kejujuran tersebut secara utuh dan terus menegakkannya, maka akan diperoleh predikat "shiddiqiyyah". Oleh karena itu Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu mendapat gelar as-Shiddiq secara mutlak dan beliau telah meraih puncak kejujuran (shiddiqiyyah) yang tertinggi. (Madarij as-Salikin 2/270). Ke tiga macam kejujuran di atas dapat dijelaskan secara lebih terinci sebagai berikut:

Jujur Dalam Ucapan
Yaitu wajib bagi setiap muslim untuk menjaga lisannya, dan tidak berbicara kecuali dengan jujur dan benar. Karena Allah subhanahu wata’ala akan meminta pertanggung-jawaban atas ucapan lisan, sebagaimana firman-Nya, artinya:
"Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS.An-Nur:24)
Dan selayaknya seorang muslim menjauhi kata-kata kiasan atau sindiran kecuali dalam kondisi diperlukan dan akan mendatangkan maslahat (manfaat). Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, "Sesungguhnya dalam kalimat kiasan tidak terdapat unsur dusta." (Az-Zuhd, Hinad bin As-Sirri 2/636)

Masuk kategori jujur dalam ucapan adalah jujur dalam menyampaikan berita, dan termasuk juga menepati janji yang diucapkan.

Jujur Dalam Perbuatan
Yaitu kesesuaian antara yang terlihat dan yang tersembunyi, atau lahirnya tidak ada perbedaan dengan batinnya. Abdul Wahid bin Zaid al-Bashri berkata, "Hasan al-Bashri apabila beliau memerintahkan manusia dengan sesuatu, maka dia adalah orang yang paling giat dalam melaksanakannya. Dan apabila beliau melarang manusia dari sesuatu, maka dia adalah orang yang paling menjauhinya. Dan aku tidak pernah melihat seseorang yang paling sama antara yang tersembunyi dengan yang tampak melebihi dia."

Dan berkata Mutharrif, "Apabila seorang hamba sesuai antara yang tersembunyi dengan yang tampak, maka Allah subhanahu wata’ala akan berkata, "Ini adalah hamba-Ku yang sebenarnya."

Jujur dalam Segala Keadaan
Ini adalah tingkatan jujur yang tertinggi, seperti jujur dalam niat yang ikhlas dan dalam rasa takut, dalam bertaubat, pengharapan, zuhud, cinta, tawakkal dan selainnya. Oleh karena itu segala amalan hati pada dasarnya bermuara dalam kejujuran, sehingga kapan saja seorang hamba jujur dalam seluruh kondisi tersebut, maka dia akan terangkat dan tinggi kedudukannya di sisi Allah. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah mereka itulah orang-orang yang benar." (QS. Al-Hujurat:15)

Al Imam Ibnul Qayyim berkata, "Abu bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu telah mencapai puncak kejujuran (shiddiqiyyah), dan beliau disebut sebagai ash-Shiddiq secara mutlak, yang maknanya lebih mendalam daripada ash-Shaduq, ash-Shuduq atau ash-Shaadiq. Maka puncak tertinggi sifat jujur adalah ash-shiddiqiyyah yaitu ketundukan yang sempurna terhadap utusan Allah subhanahu wata’ala (rasul) disertai sempurnanya keikhlasan terhadap Pengutusnya. (Madarij as-Salikin 2/270))

BUAH KEJUJURAN

1. Masuk Surga
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang amal yang dapat memasukkan ke dalam surga, maka beliau menjawab, "Kejujuran." (HR. Ahmad). Dan juga pada hari Kiamat tidak ada yang dapat memberikan manfaat dan menyelamatkan dari adzab selain kejujuran.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha terhadap-nya. Itulah keberuntungan yang paling besar". (QS. Al-Maidah:119)

2. Mendapatkan Taufik
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah berkata kepada Ka'ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu, salah seorang yang tidak ikut berperang dalam Perang Tabuk yang secara jujur mengakui kesalahannya dan tidak membuat alasan dusta, "Adapun dia, maka sungguh telah berlaku jujur." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Sehingga turun ayat pengampunan untuknya.

3. Memperoleh Keselamatan
Kejujuran akan mendatangkan keselamatan, melepaskan dari kesempitan dan bencana, sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari tentang sekelompok orang yang terjebak dalam gua yang pintunya tertutup oleh batu besar. Salah satu dari mereka berkata, "Tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian selain kejujuran, maka hendaklah masing-masing berdo’a dangan suatu amalan yang diketahui bahwa dia telah jujur dalam amalan tersebut." (HR. Al-Bukhari)

4. Baiknya Batin
Barang siapa yang jujur dalam amalan yang lahir dan tampak maka itu menunjukkan bahwa batinnya adalah baik.

5. Memperoleh Maslahat
Kejujuran akan mendatangkan manfaat dan maslahat di dunia dan di akhirat, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat al-Maidah 119 di atas.

6. Mendatangkan Ketenangan
Kejujuran akan mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan, sebagai-mana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, "Kejujuran adalah ketenangan sedangkan dusta adalah kege-lisahan dan keraguan." (HR. At-Tirmidzi, dan berkata hadits hasan shahih)

7. Ketegaran
Seorang yang jujur akan selalu tegar dan tidak goyah di dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

8. Jujur Pangkal Kebaikan
Pokok seluruh kebaikan adalah kejujuran dan sebaliknya pangkal seluruh keburukan adalah dusta, sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam awal pembahasan dari bab ini.

9. Terlepas Dari Kemunafikan
Seorang yang selalu jujur, maka akan terbebas dari sifat kemunafikan, sebagaimana disebutkan di dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Tiga perkara yang jika terdapat pada seseorang maka dia adalah seorang munafik. (Yaitu); Apabila berbicara dusta; Apabila berjanji menyelisihi; Dan apabila dipercaya berkhianat."

10. Turunnya Malaikat
Malaikat turun kepada orang yang jujur sedangkan syetan turun kepada orang yang dusta. Allah subhanahu wata’ala berfirman,
"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa." (QS. Asy-Syu'ara':221-222)

11. Orang yang jujur akan diberikan firasat yang benar.

12. Orang yang jujur dalam mengemukakan pendapat akan menang hujjahnya,
sebab Allah subhanahu wata’ala akan meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dan kuat di dunia dan di akhirat.

13. Orang yang jujur berhak mendapatkan pujian dari manusia, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala ketika menyebutkan para nabi, artinya,
Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.” (QS. Maryam:55)

14. Jujur dalam mu'amalah dan jual beli akan mendatangkan keber-kahan, sedangkan dusta dan menyembunyikan cacat akan menghalangi barakah.



adopted from iphin my old friend.................

Thursday, May 07, 2009

Kajian Rektorat di FSSR

0 comments
Ahad 03 Mei 2009 kemarin telah dilaksanakan Kajian Rektorat, kajian yang rutin dilaksanakan oleh rektorat. Dan kemarin FSSR kebagian jatah.
Kajian dimulai dengan Sholat Isya'berjama'ah dan sebelumnya dikumandangkan Adzan oleh Akh'Ngadiyo Juara MTQ tingkat Universitas.
Kajian dimulai Setelah Sholat Isya',diisi oleh Akh' Junaidul alumni Sastra Inggris yang sangat berprestasi.
Kajian dimulai dengan Sambutan ketum kita akh'Wahyudi kemudian sambutan dari Bapak Drs. Sudarno, MA
Kemudian inti acara Kajian yang bertema Ukhuwah Islamiyah

Dan ini sekedar info Kajian dosen&karyawan selanjutnya di adakan di F.teknik,,,17 Mei 2009

Wednesday, May 06, 2009

Musum LSOP Tazkia,,,,,,,Finally Done!

0 comments
Sabtu 2 Mei 2009 menjadi awal langkah baru dari perjuangan LSOP Tazkia. Musum diawali dengan rapat membahas tentang tata tertib, tata cara pemilihan pimpinan sidang sekaligus penentuan pimpinan sidang. Rapat yang bertempat di Mushola gedung.4 dimulai sekitar jam satu siang dan berakhir sekitar jam 5 sore.
Rapat menghasilkan pimpinan sidang yaitu Akh' Anto dan Akh' Indra.


Rapat hari kedua 3 Mei 2009 bertempat di aula timur masjid NH,,,,,dimulai sekitar jam satu lebih dan dipimpin oleh pimpinan sidangh terpilih. Rapat hari kedua yang membahas AD/ART dan GBHO sekaligus penentuan ketua selanjutnya.
Rapat yang berjalan lancar dan lama banget ini akhirnya menghasilkan ketua baru yaitu Ukhti Fitri Mahdawati sebagai ketua periode 2009-2010.
Sekaligus tim formatur kepengurusan selanjutnya............
Tim Formatur nya Antara lain:
  • Mas Ngadiyo
  • Mas Anto
  • Ukh' Mahda
  • Ukh' Fia
  • Ukh' Catur

Semoga ini awal dari kemajuan Tazkia kedepannya!!!!

Sunday, May 03, 2009

Kajian Fiqih SKI FSSR

0 comments
Minggu ini, bidang dakwah kembali aktif, terbukti akan diselenggarakannya kajian fiqih SKI FSSR. Kajian yang insyaallah akan diselenggarakan pada hari selasa, 5 mei 2009 ini akan membahas tentang sholat dan wudlu yang benar, pastinya dengan kajian ini kita dapat menjadikan sholat kita lebih sempurna dengan awalan wudlu yang insyaallah akan memberi cahaya pada bagian tubuh kita, ketika kelak dibangkitkan dari kubur. SO DATANGLAH SOBAT MUSLIM MUDA!!!!!!!
Kajian ini akan diisi oleh Ust fahrudin Lc, yang beliau memang berkompenten dalam hal ini. kajian akan diselenggarakan di Ruang Seminar Gedung 3 FSSR UNS, pada pukul 13.00 WIB. GRATISS LHO!!
TEMPAT TERBATAS!!
Please order before!!
CARANE
Ketik REG Nama Kamu jurusan
kirim ke 085642172243
PASTIKAN KAMU YANG MENDAFTAR PERTAMA>>>

Saturday, May 02, 2009

Pembagian Injil di Bumi Sastra....

0 comments
Wacana ini merupakan suatu kenyataan wal realita....tidak bertujuan merugikan pihak manapun,atau memojokkan pihak manapun, cuma sedikit koreksi kecil dari sekumpulan mahasiswa yang kritis akan fenomena kehidupan.

Kejadian ini berlangsung sekitar minggu lalu. seorang dosen yang mengajar latar belakang ilmu kesusastraan, dosen itu secara langsung membagikan injil kepada semua mahasiswa dan membahasnya di kelas itu,,,,,,setiap mahasiswa disuruh membaca beberapa ayat kemudian dosen itu membahasnya bersama.

Sebuah hal yang sungguh Ironis,,,,apakah Dosen itu sengaja membagikan agar bisa mempengaruhi mahasiswanya,,ataukah hanya untuk mengenalkan jenis sastra pada mahasiswanya,,,,,*berarti injil hanya karya sastra dunk,,,,,???* gag tau lah ,,,,,kita gag ngurus,,,,,!!!

kita cuma pingin menyoroti tentang kenapa dosen ini dengan sengaja membagikan injil,,,,,tidak takutkah dia dipandang sebagai pelaku kristenisasi,,,,,????
kenapa beliau tidak memakai referensi kesusastraan yang lain....atau buku - buku dari luar negeri yang membahas tentang sastra.....!

Karena masalah agama ini adalah masalah yang sangat rentan, sedikit melangkah dengan nama agama dan itu akhirnya salah bisa berakibat fatal bagi agama itu,,,,